Rabu, 13 April 2011 bertempat di Gedung II Lantai 13 Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta, BPPT menyelenggarakan Workshop Technopreneurship 2011 dengan tema “Peluang Bisnis Teknologi”. Workshop dibuka oleh Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar, M. Eng, selaku Ketua BPPT tepat pukul 09.00 sesuai susunan acara yang diterima oleh peserta.

Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar dalam paparannya menyatakan bahwa UKM sangat berperan penting dalam perekonomian. Tugas pemerintah adalah menyediakan regulasi, intensif sehingga muncul wirausaha/technopreneur yang berdaya saing, tangguh, dan mandiri. Di Indonesia hanya terdapat 0,2% enterpreneur dari total jumlah penduduknya, ini sangat kurang dari idealnya yang harus dimiliki suatu negara yaitu 5%. Butuh peningkatan 10 kali lipat lebih agar mencapai taraf idela, begitu Beliau menegaskan dalam paparannya.

Pada sesi kedua, Dr. Bambang S. Pujantiyo, Kepala Balai Inkubator Teknologi – BPPT menyampaikan paparan dengan judul “Peluang Investasi Usaha Berbasis Teknologi”. Incubator Technology (i-tech) adalah wahana inkubasi dalam upaya menciptakan pengusaha pemula inovatif dan berbasis teknologi/technopreneur yang berdaya saing, tangguh, dan mandiri. Fasilitas yang didapatkan mitra melalui program ini adalah fasilitas fisik dan non fisik. Fasilitas fisik antara lain : gedung sebagai ruang inkubasi; fasilitas ruangan seperti listrik, telpon, fax, internet; inkubasi di dalam ruang (in-wall) atau di luar ruang (out-wall). Sedangkan fasilitas non fisik yang disediakan BPPT antara lain : training/workshop, mentoring/konsultasi.

Wokshop ini juga diisi dengan paparan “Sharing Pemanfataan Teknologi Dalam Bisnis Ciputra Group” yang disampaikan oleh Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc selaku Direktur Ciputra Group. Dalam paparannya Bapak Antonius Tanan menjelaskan bahwa ada 5 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang enterpreneur, yaitu : business creation, business operation, business growth, business revitalization, business closing. Bapak Antonius Tanan mendefinisikan inovasi adalah merancang serangkai nilai tambah (value chain) sedemikian rupa hingga pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak.

Sementara itu pada sesi paparan terakhir disampaikan oleh Ir. Kristianto Santosa, Msc selaku Kepala Business Innovation Centre (BIC) – Kementrian Ristek dengan judul “103 Program Inovasi Paling Prospektif 2011. BIC dengan dukungan Kementrian Riset dan Teknologi RI, kembali membuka kesempatan bagi para investor Indonesia untuk ikut serta dalam pemilihan “103 Inovasi Indonesia Paling Produktif – 2011”. Ir Kristianti Santosa, Msc mengungkapkan bahwa ketika mengikuti pemilihan tersebut akan secara otomatis terdaftar dalam database BIC, yang sampai saat ini memuat lebih dari 1.500 karya inovasi dari seluruh Indonesia. Keuntungan sebagai anggota BIC adalah mendapatkan investor, sponsor, atau mengikuti program intensif pemerintah bagi karya inovasi tersebut.

Informasi yang didapatkan dari Panitia bahwa semua paparan yang disampaikan dapat diunduh di website http://i-tech.or.id. Penjelasan detail tentang program incubator technology – BPPT juga dapat dibaca di website tersebut. Informasi detail tentang pemilihan “103 Inovasi Paling Produktif – 2011 dapat dibaca selengkapnya di http://bic.web.id