Jakarta, HMINEWS –  Dua elemen mahasiswa yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI- MPO), Kamis (24/2), mengeluarkan pernyataan atas tindakan Dipo Alam kepada media yang kritis terhadap pemerintah.

“Dipo Alam memang dijadikan senjata bagi rezim anti-kritik,” ujar Lamen HS, ketua umum LMND. Lamen juga mengatakan bahwa sejarah pers dan perjuangan nasional sangat dekat dan erat. “Pers itu alat kaum pergerakan, maka sudah semestinya kita berteriak lantang menjawab seruan boikot Dipo Alam itu,” tegasnya.

Senada dengan Lamen, M Chozin Amirullah, Ketua Umum HMI-MPO, menyatakan dukungannya terhadap media yang bersikap kritis terhadap pemerintah. “Media itu ibarat urat-urat syaraf yang menjadi penyampai dan perespons dalam demokrasi,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa tanpa media, demokrasi akan lumpuh. “Jika pemerintah memboikot media kritis, akan ada potensi diktator yang akan menindas rakyat,” tegasnya. [] MI/lara