Demi Anak-Anak Gaza, Bertindaklah Sekarang!

Omar Sha’ban

Gaza – Pengepungan atas Jalur Gaza sejak Juni 2007 dan serangan Israel ke sana dalam Operasi ‘Cast Lead’ pada 2008 telah memorakporandakan infrastruktur ekonomi, sosial dan politik masyarakat Palestina di sana. Namun, di luar dari akibat-akibat langsung ini, yang lebih memprihatinkan bagi saya adalah keterkepungan pikiran yang menjangkit, terutama di kalangan anak muda. Ini sebuah perkembangan yang, bila tak ditangani sekarang, bisa menjadi dampak paling lama dari pengepungan Gaza – dan juga kendala terbesar bagi perdamaian.

Baik pemimpin Israel maupun Palestina sama-sama bertanggung jawab meski dalam kadar yang berbeda atas keterkepungan pikiran ini. Namun, kita semua, termasuk organisasi masyarakat sipil dan bahkan orangtua dan guru, bisa berbuat lebih untuk menanamkan budaya perdamaian. Mengingat keadaan di sekitar kita, kita harus bekerja sangat keras untuk menumbuhkan kemampuan anak muda memikirkan situasi mereka dengan menggunakan pendekatan yang moderat dan terbuka terhadap perdamaian dan rekonsiliasi dengan “pihak lain”.

Kini di Gaza, jika Anda meminta seorang anak melukis sebuah gambar, sangat mungkin ia akan menggambar pemandangan kekerasan. Inilah cara anak-anak menanggapi realitas di mana kekerasan menjadi sajian sehari-hari, dan diperparah oleh pendekatan pendidikan yang anti-perdamaian. Selain itu, karena terkucil dari dunia, para pemuda di sana tidak cukup mengetahui akan cara-cara lain untuk hidup selain yang kini mereka jalani.

Dalam kunjungan saya ke Belanda baru-baru ini, seorang sopir taksi yang menjemput saya dari bandara bercerita pada saya bahwa beberapa minggu sebelumnya ia mengantar seorang mahasiswa Palestina yang baru saja tiba dari Jalur Gaza untuk belajar ke Belanda. Ketika sopir ini bertanya padanya apa yang ia bayangkan tentang Belanda, anak muda ini, yang meninggalkan Gaza yang terkepung untuk pertama kali dalam hidupnya, tak bisa menjawab dan mengucurkan air mata karena baru merasakan kebebasan untuk pertama kalinya.

Demi Anak-Anak Gaza, Bertindaklah Sekarang!

Dampak jangka panjang dari berlanjutnya pengepungan dan tingkat kekerasan yang terjadi sekarang, tidak akan terbatas pada Jalur Gaza. Pengaruhnya pada perdamaian di masa depan cukuplah besar. Selain itu, menyempitnya pikiran tidak hanya terbatas di Gaza: memisahkan rakyat Gaza dari dunia juga berarti memisahkan anak-anak Israel dari orang Palestina.

Pemerintah Israel harus melihat secara serius dan mendalam mengenai dampak kebijakan-kebijakannya terhadap rakyat Israel maupun rakyat Palestina. Pemerintah Israel harus mengerti bahwa pengepungan dan pendekatan militeristiknya akan mempengaruhi kedua bangsa. Mengakhiri pendudukan dan membuat perdamaian semestinya menjadi kepentingan sejati Israel. Tidak ada negara yang bisa bertahan dalam keadaan berperang dan saling serang dengan tetangganya terus-menerus.

Rezim politik Palestina, dengan seluruh lembaga politiknya, juga harus melihat dengan saksama dampak dari kebijakan-kebijakan dan program pendidikannya. Pemerintah Palestina harus membuat keputusan yang bijaksana menyangkut penggunaan misil, bom dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya terhadap “pihak lain”, tidak saja lantaran keprihatinan rakyat Israel – meskipun ini aspek serius dari masalah ini – tapi juga lantaran keyakinan bahwa kultur kekerasan mengurangi peluang kita untuk membangun masyarakat yang adil dan penting di Palestina.

Memperkuat budaya perdamaian dan sikap moderat di dalam masyarakat Palestina semestinya menjadi kepentingan sejati Palestina. Ini bukan berarti berhenti berjuang untuk mewujudkan hak kita mendirikan sebuah Palestina yang merdeka dan beribukota Yerusalem, tapi kita harus memilih metode, retorika dan program kita dengan hati-hati.

Perkembangan baru di Tunisia dan Kairo memperlihatkan bahwa pemerintah yang memaksakan kekuasaan mereka pada rakyat tidak bisa bertahan selamanya. Mereka harus mendengarkan kebutuhan dan harapan dari rakyat yang mereka pimpin sekarang, dan bekerja keras untuk menjamin masa depan mereka, atau rakyat akan menemukan cara lain untuk merajut masa depan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri.

Demi Anak-Anak Gaza, Bertindaklah Sekarang!

Suatu saat, pemimpin Israel dan Palestina akan menyadari bahwa perdamaian adalah satu-satunya cara untuk menjamin masa depan yang lebih baik bagi kedua bangsa. Peluang untuk meraih perdamaian yang berkelanjutan akan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Kita menuai apa yang kita tanam. Jika kita menginginkan apel, kita harus menanam biji apel. Jika kita ingin menanam perdamaian, kemengertian dan toleransi bagi anak-anak kita, nilai-nilai itu harus kita taburkan nilai-nilai sekarang.

###

* Omar Sha’ban ialah seorang pakar ekonomi, dan pendiri serta ketua PalThink for Strategic Studies, sebuah organisasi intelektual dan kultural independen di Gaza. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).