HMINEWS.COM

 Breaking News

Tokoh Agama Desak Mundur Husni Mubarak

February 04
09:35 2011

Tokoh Agama Desak Mundur Husni Mubarak

HMINEWS- Jutaan rakyat Mesir yang telah turun ke jalan selama sepekan ternyata tidak meluluhkan kepongahan rezim Husni Mubarak untuk mengakhiri pemerintahannya yang zalim. Korban jiwa terus berjatuhan seakan tidak membuka hati sedikitpun bagi Husni Mubarak berinstrofeksi karena dirinya telah ditolak mayoritas rakyatnya. Inilah pemimpin zalim penerus generasi Fir’aun di abad modern.

Husni Mubarak tidak menganggap sedikitpun aspirasi yang berkembang kuat ditengah rakyatnya yang mendesak dirinya turun dari kekuasaannya yang koruf dan refresif. Husni Mubarak tampaknya tidak mengerti dan menutup telinga bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan karena dirinya telah menjadi penghamba tahta dan harta semata.

Dalam pergolakan politik yang beradarah-darah itulah, tokoh agama paling berpengaruh di Mesir dan Timur Tengah bahkan sampai di Indonesia yaitu Syeikh DR. Yusuf Qardawi turun dan menyerukan agar rezim Mubarak segera turun. Yusuf Qardawi mengutuk Mubarak sebagai pemimpin yang telah ‘buta” terhadap aspirasi yang berkembang kuat ditengah rakyat. Yusuf Qardawi juga memberikan fatwa bahwa demontan yang tewas dalam unjuk rasa menentang pemerintahan zalim Husni Mubarak adalah pejuang syahid.

Seruan tokoh agama ini pasti membuat rakyat Mesir semakin bersemangat untuk menjatuhkan rezim Mubarak karenba mendapat dukungan dan legitimasi tokoh agama paling berpengaruh di negerinya. Muncul fatwa Syahid bagi pejuang Mesir yang meninggal memberi energi yang sangat dahsyat bagi rakyatr Mesir untuk terus berduyun-duyun menggugat dan menjungkalkakan kelaliman Husni Mubarak.

Setelah muncul fatwa dari tokoh agama tersebut maka revolusi Mesir tidak sekedar menjadi persoalan politik, tetapi sudah masuk dalam ranah kepentingan agama sehingga mudah menyulut militansi dan sentimen mayoritas rakyat Mesir. Adanya fatwa mati syahid telah menghadapkan rakyat Mesir untuk melakukan jihad suci melawan pemerintahan kafir, anti Tuhan dan zalim.

Fatwa tokoh agama ini sangat besar pengaruhnya, apalagi Husni Mubarak didesak mundur hingga hari Juma’at. Hari Jum’at adalah momentum sangat streategis untuk membakar semangat jidad suci melawan Husni Mubarak yang dikumandangkan di Khotbah-Khotbah Shalat Jum’at. Pasca Shalat Jum’at inilah diperkirakan akan muncul gelombang raksasa unjuk rasa yang dapat menggilas Husni Mubarak di Istananya.

Fatwa tokoh agama itu semakin mempersulit Husni Mubarak untuk bertahan di tahtanya. Hal ini cukup beralasan, karena tokoh agama disamping memiliki pengaruh besar dan kuat ditengah masyarakat dirinya lebih menyuarakan suara-suara kebenaran dan hati nurani, bukan semata-mata urusan politik praktis.

Seruan tokoh agama inilah yang dapat menentukan keberhasilan revolusi Mesir seperti yang pernah terjadi di Iran beberapa dekade lalu. Degan hadirnya tokoh agama berpengaruh masuk dalam revolusi Mesir maka semakin menambah spirit bagi rakyatnya untuk tidak pantang menyerh menumbangkan rezim yang represif, zalim, korup dan otoriter.

Posisi tokoh agama yang telah nyat-nyata membela gerakan revolusi Mesir inilah yang membuat pemerintahn Husni Mubarak semakin terjepit dan mengalami delegitimasi sangat parah. Husni Mubarak kini tinggal menunggu waktu untuk segara terjungkal dari kursi kekuasannya setelah rakyat dan para tokoh bersatu menolak dan melawan dirinya untuk tidak terus berkuasa.

Kehadiran tokoh agama dalam setiap pergolakan politik seringkali menjadi pertanda akan jtuhnya sebuah rezim kekuasaan. Faktor inilah dalam konteks Indonesia yang membuat pemerintahan SBY menjadi sangat sensitif, reaktif dan mudah ‘tersengat’ oleh kritik para tokoh lintas agama beberapa waktu lalu.

SBY tampaknya tahu resiko politik jika para tokoh agama mulai turun gunung untuk membenahi karut marut kehidupan bernegara sehingga dirinya segara mengajak dialog dan komunikasi. Tetapi lucunya semuanya tetap dilakukan dalam kerangka basa-basi dan hanya berusaha menyenangkan hati semata. Karena itu kita mendesak agar tokoh lintas agam terus menyuarakan kebenaran dan keadilan, walaupun terasa pahit dan menyengat ditelinga para penguasa.

Harapan besar terhadap tokoh lintas agama ini disebabkan karena rakyat telah tidak percaya terhadap para penyelenggara negara, baik legislatif, eksekutif dan yudikatif yang menjadi bagian beban dan sumber persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Keterlibatan tokoh agama di Mesir dalam revolusi hendaknya semakin meneguhkan paratokoh agamawan utuk tetap kritis, berani dan solid dalam menghadapi pemerintahan yang kini banyak dililit berbagai masalah. []IRIB/Kompasiana

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. insidewinme
    insidewinme June 26, 16:50

    Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.