SBY Menolak Bertanggung Jawab soal Tragedi Cikeusik, Presiden Macam Apa Tuh!

HMINEWS- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak bertanggung jawab atas insiden berdarah yang merenggut nyawa warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2) .

Menurut Presiden, bentrok dua kelompok masyarakat itu seharusnya tidak perlu terjadi seandainya SKB tiga menteri tahun 2008 dipatuhi oleh semua pihak. Demikian keterangan pers yang disampaikan Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/2/2011).

Ia menegaskan, SKB 2008 tentang Ahmadiyah merupakan opsi terbaik dalam menyelesaikan masalah dan mencegah bentrokan horizontal. “Saya juga ingin agar kesepakatan yang telah dicapai pada tahun 2008 sebagai suatu opsi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah bentrokan horizontal itu sungguh ditepati,” kata Presiden.

“Saya juga meminta kepada jajaran pemerintah untuk melakukan investigasi terhadap siapa yang tidak menaati kesepakatan itu. Kalau kesepakatan itu diindahkan, dipatuhi, dan dijalankan, bentrokan seperti ini, benturan fisik seperti ini, kekerasan dapat dicegah,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui sebab, akibat, dan kejadian yang sebenarnya. Tujuannya ialah mencari siapa yang bersalah dan melanggar hukum untuk kemudian mendapatkan sanksi. “Sanksi dan tindakan juga perlu dilakukan termasuk dari kedua belah pihak,” imbuhnya.

Presiden juga berharap pejabat di daerah baik aparat keamanan, komandan teritori, tokoh masyarakat, tokoh agama, sungguh peduli terhadap masalah tersebut. Jika memang sudah ada tanda-tanda akan terjadi bentrok, Presiden meminta segera dilakukan langkah-langkah pencegahan.

“Saya berharap para pejabat yang bertugas di daerah peduli terhadap masalah ini untuk menjaga kerukunan antar maupun intraumat beragama. Tentu, saya ikut berbela sungkawa kepada keluarga yang kehilangan. Keluarga yang menjadi korban dalam insiden yang terjadi di Banten itu.[]mi/dni