Saatnya Remaja Berdemokrasi

HMINEWS- Pelibatan anak-anak maupun remaja dalam demokrasi di tingkat lokal dinilai sesuatu yang tidak mustahil. Hanya saja, konsep nya berbeda dibandingkan politik bagi orang dewasa.

Menurut Wakil Indonesia dalam Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak-hak Perempuan  dan Anak Asean (ACWC/Asean Commission on the Promotion and Protection of  the Rights of Women and Children), Ahmad Taufan Damanik, dalam dimensi politik, anak dan pemuda harus dilihat sebagai bagian dari warga negara.

“Dan dimensi ini dimungkinkan baik berdasarkan regulasi internasional seperti Konvensi Hak Anak maupun Kovenan Kovenan Hak Sipil dan Politik. Selain itu juga bisa dilihat dari dimensi pendidikan. Kedua dimensi tersebut harus dilakukan di dalam pengorganisasian pemuda dan anak,” kata kata Taufan Damanik yang berbicara di hadapan delegasi empat negara dalam International Conference- Workshop of Democracy Education at  Municipal Level yang berlangsung di Medan, Senin (7/2/2011).

Fokus isu yang paling diperlukan anak di dalam partisipasi politiknya, kata Taufan, yakni kebijakan-kebijakan yang bersentuhan langsung atau tidak langsung dengan kepentingan mereka. Dalam konvensi internasional disebutkan, harus partisipatif kepada anak dan harus memperhatikan  kepentingan terbaik bagi anak. Ini dasar pentingnya.

Kendati keterlibatan anak dimungkinkan dalam demokrasi lokal, namun dikatakan Taufan, kondisinya tidak serta-merta mendukung ke arah itu.  Struktur dan budaya politik yang masih bias orang dewasa, bahkan elitisme, menyebabkan sulitnya anak-anak maupun remaja dilibatkan dalam demokrasi lokal.

“Anak dan remaja masih dilihat sebagai subjek, sehingga proses-proses  baik di dalam dimensi praktek politik maupun dimensi pendidikan, masih  dipandang dalam konteks itu juga,” tegas Taufan.

Kendati sulit, namun Taufan mencontohkan aplikasi konsep demokrasi lokal  yang sudah berjalan di Desa Suak Nie, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.  Anak-anak di desa itu dilibatkan dalam pembuatan kebijaksan desa yang berkaitan dengan anak. “Kondisi ini menunjukkan adakalanya upaya advokasi lebih baik dimulai dari tingkat desa,” tandas Taufan.[]dtk/ian