SBY-Boed Gagal

HMINEWS- Ketegangan antara umat beragama hingga berimbas kepada kericuhan yang akhir-akhir ini marak terjadi dan diduga kuat dimotrori oleh organisasi massa  (Ormas), memancing reaksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk angkat bicara. Bahkan Presiden RI tersebut tak segan-segan meminta agar Ormas tersebut dibubarkan.

Namun  benarkah pembubaran menjadi sebuah solusi atau bahkan hanya akan menimbulkan masalah baru. Menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Apa yang dilontarkan Presiden jika memang menjadi sebuah keinginan serius memang layak untuk diapresiasi akan tetapi hal tersebut bukan perkara mudah bahkan diprediksi dapat memicu konflik lebih besar.

Karena sebuah Ormas tentu bukanlah wadah sembarangan didalamnya ada sebuah penghuni yakni anggota, bahkan keberdaan mereka dalam satu wadah organisasi dilandasi atas kesamaan paham pemikiran. Atau bahkan mereka digerakan oleh sebuah ideolaogi dan keyakinan. Jika selama ini mereka melakukan tindakan keras atas muatan keyakinan yang dipahami mereka bukankah nantinya akan timbul perlawanan keras, ketika negara berusaha membubarkan organisasi tersebut.

Apalagi sesuai dengan konstitusi kebebasan bersyerikat atau berorganisasi diatur betul dalam neagar kita, maka sebuah kesealahan jika  ada pembubaran sebuah organisasi massa namun dilain pihak membiarkan ormas yang kerap mebuat ulah juga tak dibenarkan.

Sebenarnya inti persoalanya bukan dibubarkan atau tidak Ormas yang kerap dicap biang kerok. Disinilah pemerintah diuji kemampuanya dalam menjaga sebuah kebhinekaan dan melaksanakan kehidupan demokrasinya.

Dan adanya kondisi demikian membuktikan bahwa negara telah gagal dalam menjalankan perannya, negara juga telah gagal menjaga dan merawat kebinekaan serta demokrasi. Yang pada akhirnya justru hanya melakukan pembelaan atas kesalahan-kesalahan sendiri. Diawali dengan ketidaktegasan.

Kini tinggal masyarakatlah menilai apakah benar negara telah menjalankan peranya ?

Ivan Faizal Affandi, Mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi