Foto: Kompas.com

HMINEWS- Polda Metro Jaya akan menerapkan Prosedur Ketetapan (Protap) Nomor 1 tahun 2010 tentang tindakan tegas dan penanganan pelaku kerusuhan anarkis dengan tembak di tempat. Hal ini dibelakukan untuk mengantisipasi aksi kerusuhan di Ibukota Jakarta.

Persiapan pemberlakuan Protap ini guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan di Jakarta. “Kita berlakukan Protap Nomor 1, jika ada pelaku kerusuhan seperti di Cikeusik,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Sutarman di Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Selain itu, menurut Sutarman, pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap para pelaku yang kedapatan membawa senjata api. “Masyarakat yang merusak dan menganiaya bukan pengunjuk rasa tapi sudah bertindak anarkis, polisi akan menembak,” cakapnya.

Sutarman mengatakan, dalam mengantisipasi terjadinya potensi kerusuhan diJakarta, Polda Metro Jaya memberdayakan anggota Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kopdar Kamtibmas) dan Saka Bhayangkara di beberapa wilayah di Jakarta maupun sekitarnya. Polda Metro Jaya, tambah Sutarman, akan memaksimalkan peran intelijen dalam mencari informasi terkait adanya potensi kerusuhan di Jakarta.

Sutarman juga mengatakan, dirinya telah menerima informasi dari anggota intelijennya tentang adanya potensi ketegangan yang akan terjadi di wilayah Jakarta. Dia meminta jajarannya untuk menempatkan personel pada titik rawan konflik seperti tempat ibadah dan tempat pertemuan maupun daerah yang dihuni Jamaah Ahmadiyah.[]lip6/ian