Rizal Ramli : Mafia Minyak Rampok Uang Negara Rp10 triliun/tahun, Pemerintah Jangan Diam!

HMINEWS – Mantan Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi Rizal Ramli meminta pemerintah membersihkan mafia minyak yang tumbuh kembali dan merugikan rakyat hingga 2,4 juta dola AS per hari.

“Yang kami minta benahi dong ‘mafia’ ini, baru bahas soal lain,” katanya di Jakarta, Senin (14/2/2011).

Rizal menceritakan, mafia minyak ini muncul di zaman Orde Baru dari memperjualbelikan ekspor minyak. Mereka kerja bikin perusahan di Hongkong, jadi mereka kayak jual kertas aja, mereka beli kertasnya, mereka jual ke buyer (pembeli) akhir Jepang atau Korea, mereka dapat 20-30 sen per barel,” katanya.

Mafia minyak ini, menurut dia, sempat diberantas pada masa Habibie dan Gus Dur. Kini mafia itu tumbuh kembali pada impor minyak. Ia mengatakan, impor Indonesia sekitar 300 ribu barel minyak mentah per hari dan 500 ribu barel per hari minyak jadi seperti premium, solar dan minyak tanah, dimanfaatkan oleh para mafia tersebut.

Hal ini, menurut dia, karena impor yang seharusnya langsung dilakukan oleh Pertamina sebagai perusahaan negara tidak dilakukan.

“Tapi dalam kenyataanya pertamina bikin perusahaan, perusahaannya beli impor, tendernya agaknya sudah diatur,” katanya.

Menurut hitungannya, setidaknya para mafia mendapatkan US$3 per barel, sehingga dalam sehari bisa meraup US$2,4 juta. “US$2,4 juta satu hari, kali 365 hari, jumlahnya hampir Rp10 triliun per tahun,” katanya.[]mi/dni