Terima Fee dari IMF, KPK Akan Periksa Sri Mulyani!

HMINEWS- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu laporan dugaan penerimaan fee sebesar satu persen oleh Sri Mulyani dari International Monetary Fund (IMF) ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan atas setiap permohonan hutang yang diajukan pemerintah ke IMF.

“Kelihatannya, KPK belum terima laporan itu,” tandas Pimpinan KPK, Mohammad Jasin Rabu (2/2/2011). Hal senada juga disampaikan Pimpinan KPK lainnya, Haryono Umar juga melalui pesan singkat. “Belum ada laporan itu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bekas penasehat PM Thailand Thaksin Shinawatra, Justiani menyebut, Sri yang kini menjabat Direktur Operasional Bank Dunia itu tidak lain adalah Sales Promotion Girl (SPG) IMF. Bahkan dia berani mengungkapkan kalau Sri ketika masih menjadi Menkeu mendapat jatah sebesar satu persen dari IMF.

“Karena jadi sales promotion girl-nya IMF, dia mendapat fee 1 persen dari setiap pinjaman (yang diajukan pemerintah). Jadi, jangan heran, kalau ekonomi kita terus ditentukan pihak asing,” kritik wanita yang akrab disapa Liem Siok Lan ini dalam seminar bertajuk ‘Pembangunan Minus Kesejahteraan’ di Jakarta, Senin (31/1) lalu.

Komisi pun, lanjut Jasin, akan menunggu jika ada pihak yang berniat melaporkan temuan itu ke KPK untuk kemudian apakah bisa ditindak lanjuti. “Jadi kita tunggu saja laporan itu,” ujarnya.

Jasin enggan memastikan apakah kasus itu bisa ditangani oleh KPK sebagai dugaan menerima gratifikasi yang bisa berujung pada tindak pidana korupsi. Jasin beralasan, karena laporan pun belum diterima apalagi dianalisa.

Namun dia menegaskan, kasus itu bisa ditangani oleh KPK jika memang ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi. “Bagi KPK laporan harus ada dulu, lalu dianalisis dan nantinya hasil analisis akan menunjukkan ada atau tidak adanya pidana korupsi,” ucap Jasin.[]inil/ian