Jusuf Kalla

HMINEWS- Saat ini Indonesia membutuhkan sosok tokoh bangsa seperti Jusuf Kalla untuk mendamaikan konflik horizontal yang terjadi antara umat Islam dengan non Muslim dan Jemaat Ahmadiyah. JK dibutuhkan karena sosoknya yang responsif, sigap, gesit dan selalu siap terjun ke lokasi peristiwa secara langsung.

“Kita kehilangan figur JK, sosok yang berbakat dalam menyelesaikan masalah,” ujar kader muda Partai Indra J Piliang, Jakarta, Selasa (8/2/2011).

Yang terjadi saat ini, lanjut Indra, terkesan tidak ada pembagian tugas yang tidak jelas dalam pemerintah. “Siapa yang mengurus keamanan, agama, sosial, maupun politik semua berkomentar sehingga tumpang tindih pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Indra juga mengatakan bukan hanya masalah bentrokan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan kerusuhan di Temanggung, tapi seluruh permasalahan, seperti di Papua.

Walaupun permasalahan di Papua, Presiden telah menunjuk Wakil Presiden Boediono namun perintahnya masih normatif.

Menurutnya, bangsa ini bukan hanya kehilangan figur JK tapi juga figur Gus Dur yang bisa memberikan kesejukan dari pernyataan-pernyataannya.

Indra juga setuju jika JK diutus menjadi juru damai bagi peristiwa Ahmadiyah, Temanggung maupun Papua. Namun harus ada legitimasi yang jelas dari Presiden.

“Legitimasinya harus jelas, kalau tidak kasihan pak JK. Jadi jangan sampai penyelesainnya seperti kasus Aceh karena presiden tidak perintahkan, presiden yang akhirnya mengklaim saat pemilu lalu, jangan sampai terulang dua kali,” jelasnya.[]inil/dni