Imam Musa Sadr Masih Hidup

HMINEWS- Menyusul kian tersudutnya rezim Presiden Libya, Muammar Gaddafi, tersebar berita kontroversial soal keberadaan Imam Musa Sadr.

Sami al-Misrati, seorang tokoh oposisi rezim berkuasa Libya dalam wawancaranya dengan televisi Alalam menyatakan, “Sebuah pesawat kecil kemarin (Senin, 21/2) merelokasi seorang yang ciri-cirinya seperti Imam Musa Sadr, dari bandara al-Abraq.

Seorang tokoh oposisi lain bernama Isa Abdul Majid Mansour, juga mengatakan bahwa Imam Musa Sadr masih hidup.

Sementara itu, sejumlah perwira militer Libya penentang rezim Gaddafi juga menyatakan bahwa saat ini Imam Musa Sadr dipenjara di kota Sabha.

Namun tidak jelas apakah seorang yang memiliki ciri-ciri seperti Imam Musa Sadr itu direlokasi ke kota lain di Libya atau diterbangkan ke luar negeri.

Berita ini tak ayal direaksi dengan cepat oleh banyak pihak di dunia Islam mengingat Imam Musa Sadr merupakan seorang ulama yang dicintai dan dielu-elukan di dunia Islam. Berita tersebut seakan menguak kembali kekhawatiran bercampur kerinduan masyarakat regional atas Imam Musa Sadr. Berbagai pertanyaan muncul soal di mana Imam Musa Sadr ditahan.

Pada 25 Agustus 1978, Imam Musa Sadr bersama dua orang yaitu, Syeikh Muhammad Yaqub dan Abbas Badruddin, pimpinan redaksi kantor berita Lebanon, tiba di Libya. Menurut rencana tanggal 29 atau 30 Agustus, mereka akan berdialog dengan Presiden Libya, Muammar Gaddafi. Namun sejak itu hingga kini Imam Musa Sadr raib tanpa jejak. Para pejabat tinggi Libya mengklaim bahwa Gaddafi mendadak membatalkan pertemuannya dengan Imam Musa Sadr.

Pemerintah Tripoli mengklaim bahwa Imam Musa Sadr telah berangkat menuju Italia. Namun pemerintah Italia menepis klaim tersebut. Rakyat Lebanon berpendapat bahwa pemerintahan Gaddafi mendalangi raibnya Imam Musa Sadr.

Hubungan antara Lebanon dan Tripoli meregang setelah seorang hakim peneliti Lebanon pada tahun 2008 menyusun gugatan atas kasus penculikan Imam Musa Sadr. Gugatan tersebut ditindaklanjuti oleh Penyidik Kejaksaan Lebanon, Samih al-Haj, yang menuding Muammar Gaddafi berada di balik kasus penculikan Imam Musa Sadr dan dua rekannya.

Pengadilan Lebanon menyatakan bahwa Gaddafi dalam pidatonya pada tahun 2002 mengaku telah menculik Imam Musa Sadr.

Imam Musa Sadr adalah seorang ulama, faqih, sastrawan, ekonom, dan politisi Islam terkemuka yang dicintai dan dihormati di Lebanon. Imam Musa Sadr adalah seorang ulama Syiah yang paling getok mengupayakan kehidupan rukun antara umat Islam, Kristen, Syiah, dan Sunni. Beliau menentang segala bentuk friksi antaretnis.

Imam Musa Sadr sangat berjasa besar dalam mereduksi perang saudara di Lebanon sampai beliau diculik pada 1978. Beliau juga membentuk gerakan Amal pada tahun 1975 dalam melawan segala bentuk agresi rezim Zionis Israel ke Lebanon.[]irib/ian