HMINEWS- Adalah The Muslim Public Affairs Council (MPAC) yang menggagas dakwah di antara insan perfilman Holywood. Organisasi ini mengajak insan perfilman untuk menggambarkan Islam secara objektif.

HMINEWS- Adalah  The Muslim Public Affairs Council (MPAC) yang menggagas dakwah di antara insan perfilman Holywood. Organisasi ini mengajak insan perfilman untuk menggambarkan Islam secara objektif. Hingga kini, organisasi yang didirikan setelah 11 September 2001 ini telah menjalin kerja sama yang erat dengan para penulis dan produser dari Hollywood. Misi organisasi ini sangat sederhana: untuk memastikan penggambaran Islam di layar TV maupun layar lebar lebih akurat, bahkan jika itu tentang hal yang negatif sekalipun.

Sederet film dihasilkan dari kerja supervisi ini. Beberapa di antaranya juga dalam serial televisi di negeri Paman Sam, yakni: 24, Bones, Lie to Me, 7th Heaven, Saving Grace, dan Aliens in America.

Kelompok ini juga telah mengadakan pertemuan dengan para eksekutif puncak jaringan  ABC, CBS, FOX dan NBC, dan melemparkan gagasan ini. beberapa bersambut. Misalnya saja, dalam produksi Slumdog Millionaire danThe Simpsons, yang dalam sebuah episode menampilkan Bart berteman dengan seorang anak Muslim bernama Bashir.

“Tujuannya bukan untuk menyuapkan ide-ide Islam dalam film-film Hollywood,” kata penghubung MPAC-Hollywood, Deana Nassar. “Tapi untuk meningkatkan kesadaran akan keragaman Muslim Amerika dan menjadi sumber daya bagi para penulis dan produsen.”

Hal ini juga  telah membuka mata dan tantangan untuk beberapa pihak di industri ini, di mana garis plot “Muslim sebagai teroris” telah menjadi cerita diterima selama bertahun-tahun.

“Ketika Anda sedang menuliskan alur cerita dan anda masuk ke plot orang jahat, itu benar-benar mudah untuk menarik cerita, ‘OK, Muslim teroris’ dalam kisah itu,” kata TS Cook, nominator Oscar untuk penulis skenario terbaik. Ia yang mengajak kelas “menuliskan cerita Muslim dalam film” itu menyebutkan menggulirkan ide Muslim-teroris dalam film sebagai “cara penulis skenario yang malas untuk menggambarkan cerita kejahatan”.[]rep/afp/ian