Dosa Besar Meneg BUMN

HMINEWS- Selama hampir setahun kementerian BUMN yang di piloti oleh Mustafa Abubakar tidak memberikan kinerja yang meningkat malah cenderung makin menurun beberapa catatan kegagalan menteri BUMN menunjukan ketidakmampuan seorang menteri BUMN yang tidak punya pengalaman dalam mengelola management corporasi  besar dan akhirnya berakibat fatal pada setiap keputusan keputusan bisnisnya .

Wajar saja menteri BUMN yang menjabat sekarang memang tidak mumpuni dan tidak punya kemampuan dalam megelola korporasi , karena Meneg BUMN yang sekarang lama menjadi birokrat di pemerintahan sehingga dalam pemgambilan keputusannyapun lebih pada budaya asal bapak senang saja dan lebih pasif.

  1. Dalam masa jabatannya terjadi dua kali kejadian IPO BUMN yang mempunyai nilai strategis dan dalam proses IPOnya banyak kejanggalan dan makin memperburuk citra SBY dimata publik mengenai pengelolaan BUMN .Dalam IPO Krakatau steel sempat menjadi polemik dan meyeret nyeret sejumlah elit politik dan Partai politik dimana harga saham perdana IPO Krakatuau steel di jual murah murah serta kegagalan dalam melakukan kerjasama business strategis(joint venture) antara Krakatau steel dengan perusahaaan baja Korea Selatan POSCO

    Dimana dalam perjanjian joint venture tersebut  Perbandingan kepemilikan antar kedua perusahaan dimulai dengan 70% untuk POSCO dan 30% untuk PT Krakatau Steel, yang akan bertambah menjadi 45% satu tahun setelah Final Acceptance Certificate(FAC) dengan cara membeli 15% saham dari POSCO, sehinga kepemilikan saham menjadi 55 % : 45%. Kapasitas produksi pabrik baja terpadu adalah 6 juta ton per tahun yang dibagi dalam 2 tahap, masing-masing dengan kapasitas 3 juta ton. Konstruksi tahap pertama akan dimulai pada semester kedua tahun ini dan ditargetkan selesai pada Desember 2013. Lahan konstruksi adalah lahan kosong yang terletak di samping pabrik PT Krakatau Steel (Persero) di kota pelabuhan Cilegon

    Dalam perjanjian ini secara jelas jelas  perjanjian ini sangat merugikan negara dimana Krakatu steel menjadi minoritas pemegang saham , padahal tanah dan infrakstruktur yang dimiliki KS jauh lebih besar nilainya dari total investasi yang ditanamkan POSCO , tidak itu saja bertambahnya saham Krakatau steel  dengan cara membeli dari Posco setelah final acceptance  certificate adalah suatu hal yang sangat bodoh dimana POSCO akan seenak enaknya menentukan harga yang sangat tinggi  dari perusahaan patungan tersebut Dan  ini sama saja Krakatu steel dibohongi .

  2. Kegagalan IPO Garuda juga merupakan salah satu catatan kegagalan  Menteri BUMN , dimana harga saham perdana garuda yang sudah mengunakan strategi undervalue di harga Rp 750/lembar  pada saat penjualan saham perdana anjlok sampai 580/lembar saham .tentu ini bukti ketidak mampuan Menteri BUMN dalam melakukan koordinasi dan penentuan harga IPO garuda . dimana timing IPO Garuda tidak tepat tetapi menteri BUMN tetap ngotot untuk melakukan IPO . ini bukti bahwa Menteri BUMN tidak punya sense of business yang merupakan kemampuan dasar bagi menteri BUMN.
  3. Saat ini belanja operasional (Operasional Expenditure/Opex) BUMN lebih besar ketimbang belanja modal (Capital Expenditure/Capex). Dimana opexnya terlalu besar yaitu mencapai  Rp 1000 triliun, sedangkan capex Rp 290 triliun.sehingga BUMN tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan nasional , khususnya terhadap percepatan tumbuhnya sektor riel . tingginya Opex  BUMN dibandingkan Capexnya juga meyebabkan Sektor BUMN  tidak dapat berperan besar untuk dapat memberikan kontribusinya terhadap peningkatan penggunaan produksi dalam negeri .ini juga ketidak mampuan menteri BUMN dalam melakukan efisensi di BUMN dimana belanja  operasionalnya membengkak 2 kali lipat dibandingakan belanja modalnya .

Dari hal tiga kegagalan yang dilakukan menteri BUMN sudah sepantasnya SBY mencopot dan mengantikan dengan sosok menteri BUMN yang lebih punya kemampuan dalam mengelola BUMN .

Sekretaris Jendral Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Mutiasari,SE