Berlindung ke Israel, Mubarak Pilih Mati di Mesir!

HMINEWS- Mantan diktator Mesir, Hosni Mubarak, direlokasi menuju sebuah hotel besar di kota Ilat, di Palestina pendudukan dengan menggunakan helikopter setelah sempat tinggal beberapa pekan di Uni Emirat Arab.

Berdasarkan laporan Alalam (16/2/2011), para saksi mata menekankan bahwa muncul gerak-gerik yang mencurigakan di kota Ilat. Para pasukan keamanan rezim Zionis ditempatkan di sekitar hotel di kota itu dan bahkan aparat juga mengontrol kondisi keamanan dari udara.

Berdasarkan sumebr tersebut, sebuah sumber di hotel membocorkan informasi bahwa mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak, akan tinggal di hotel tersebut. Menariknya seluruh pegawai hotel tersebut menolak menjawab pertanyaan soal kebenaran berita tersebut. Namun juru bicara hotel menyatakan akan mengontak untuk mengkonfirmasikan berita tersebut.

Hosni Mubarak Lebih Memilih Mati di Mesir

Seorang pejabat Arab Saudi seraya mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk menampung mantan diktator Mesir menekankan, Hosni Mubarak menyerah kepada kematian.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Mehr mengutip Reuters, seorang pejabat Arab Saudi yang tidak bersedia disebutkan identitasnya mengatakan, Riyadh siap menampung Mubarak, namun mantan diktator Mesir ini bersikeras mati di negaranya sendiri.

Ia menambahkan, saat ini Mubarak belum mati, namun kondisi fisiknya tidak begitu baik. Mubarak juga menolak meninggalkan Mesir. Ditekankannya, Mubarak sepenuhnya siap untuk mati dan mengharap meninggal di Sharm el-Sheikh.

Diberitakan bahwa sekutu dekat AS dan Israel ini menyatakan ingin mati di Mesir dan menolak untuk berobat ke luar negeri seperti yang dianjurkan oleh para dokter.[]irib/ian