Mubarak Tumbang, Bagaimana dengan Kebohongan SBY?

HMINEWS- Lengsernya Hosni Mubarak sebagai Presiden Mesir diyakini  tidak akan mengganggu stabilitas politik dalam negeri. Kejadian di Mesir tidak berpengaruh pada posisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya SBY masih dianggap kuat dan mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk militer. Sekalipun SBY sering bohong sebagaimana yang dituding para Tokoh Lintas Agama.

“Spesifikasi yang terjadi di Mesir tidak sama dengan di Indonesia,” ujar staf ahli Presiden SBY Ahmad Yani Basuki, di Jakarta, Sabtu (12/2/2011).

Hal serupa juga diutarakan oleh sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola. Menurutnya, kejadian di Mesir adalah masa lalu Indonesia. Sebagian masyarakat tidak ingin kejadin ini terulang kembali. Terlebih, meskipun kesejahteraan rakyat belum terpenuhi, namun kebijakan makro SBY dianggap sudah tepat.

“Indonesia sudah lewat seperti Mesir. Meskipun kesejahteraan belum terwujud, kebijakan makro ekonomi SBY bagus, ekspor dan sektor keuangan membaik,” tegasnya.

Proses kejatuhan Mubarak den Soeharto juga berbeda. Di Mesir, menurutnya, kejatuhan Mubarak ditentukan oleh militer angkatan udara, bukan angkatan darat seperti di Indonesia. Thamrin memprediksi, kejadian di Mesir akan merembet ke negara lain yang menerapkan sistem otoriter, seperti Saudi Arabia dan Yordania.

“Saudi dan Yordania gak ada demokrasi Islam, cuma indonesia demokrasi Islam, pada saatnya mereka akan jatuh,” jelasnya.[]inil/dni