Angket Pajak Jangan Masuk Angin !!!

HMINEWS- Persolan mafia pajak adalah satu dari sekian banyak permasalahan di Indonesia yang menuntut penyelesaian. Tertangkapnya Gayus Tambunan disertai pengakuan-pengakuannya tentang skandal perpajakan harusnya mampu menjadi titik awal untuk melakukan sebuah pembersihan. Politisi Senayan menangkapnya dengan baik dengan pengajuan pembentukan panitia khsusu (pansus) hak angket pajak. Sayang langkah tersebut nampaknya tidak akan berjalan mulus dan terancam masuk angin.

Balikbadanya fraksi Demokrat dengan dicabutnya dukungan mereka terhadap kasus tersebut merupakan satu indikasinya. Hal inilah yang kemudian menjadi ganjil, kenapa Demokrat secara tiba-tiba memutar kompas padahal diawal mereka begitu ngotot.

Beberapa kalangan di Senayan menuding Demokrat ketakutan ketika hak angket tersebut benar digulirkan. Padahal sesuai dengan esensi dan subtansi para politisi di DPR-RI hanya ingin membuka kotak Pandora persolan tersebut, bukan menjadikan Demokrat sebagai target permsalahan tersebut.

Namun mundurnya Demokrat dikarenakan ada sebuah ketakutan dibantah keras oleh kubu partai berlambang merci. Menurut Demokrat dicabutnya dukungan tesebut semata-mata adanya beberapa pertimbangan. Pertama tidak ada pijakan yang jelas untuk meneruskan pembentukan pansus perpajakan, adanya temuan komisi keuangan DPR sebagai landasan untuk mengguilirkan angket masih belum cukup kuat karena DPR hanya menemukan kasus-kasus saja tanpa ada indikasi pelanggaran.

Mundurnya Demokrat dengan berbagai alasan yang dikemukana oleh mereka memang menjadi sebuah hak, namun rasanya terlalu naif jika masalah mafia pajak yang sudah akut dibiarkan. Jangan-jangan ketakutan Demokrat bisa saja benar meski coba ditepis. Penolakan kemudian menjadi sebuah paradoks ketika negara berusaha memberantas mafia pajak sebagian kelompok justru menolak.

Pertanyaanya akankah angket pajak bergulir jika Demokrat melakukan penolakan, masih susah memang untuk ditebak. Semua tergantung pada integtritas para politisi kita, jika memang mereka menunjukan keseriusan terhadapap masalah bangsa. Kita rasa sangat mudah untuk meloloskan panusu hak angket pajak. Apalagi saat ini sudah 144 orang angota DPR-RI termasuk unsure pimpinan keculai Marzuki Ali telah membubuhkan tandatangan. Bahkan Badan Musyawarah menyepakati pembacaan surat masuk usulan  angket dalam agenda paripurna 16 Februari besok.

So kita tunggu saja sejauh mana itikad para wakil rakyat kita, benarkah mereka duduk sebagai representasi masyarakat untuk Indonesia lebih baik. Atau mereka hadir atas nama kepentingan pribadi atau kelompok saja.

Oleh ; Ivan Faizal Affandi, Mahsiswa Universitas Islam 45 Bekasi