HMINEWS- Merespons semakin banyak kejahatan seksual menggunakan media online, Kepolisian Jakarta saat inimulai menintnsifkan pemantauan terhadap pengguna dunia maya.

Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan unit kejahatan cyber kepolisian saat ini sedang memantau beberapa situs dan akun mencurigakan di khususnya di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

“Jika kita melihat konten yang mencurigakan di situs Web atau akun jejaring sosial, kita akan memonitor mereka terus-menerus dan, jika kejahatan terjadi, akan kami menelusuri pemilik akun dan situsnya,” kata Baharudin sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post (19/1/2011).

Baharudin juga mengatakan bahwa polisi akan mengunjungi sekolah-sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya dunia maya. “Kami ingin mengajar orang bagaimana untuk terlibat dalam kegiatan yang aman dan bertanggung jawab secara online dan melalui jaringan sosial,” katanya.

Awal pekan ini, polisi menemukan sebuah jaringan prostitusi di Facebook menangkap germo jaringan tersebut.

Sang germo, warga Manggarai, Jakarta Selatan, dilaporkan mengundang tetangga sendiri untuk bergabung dengan jaringan prostitusinya.

Tersangka diduga menggunakan akun online untuk menawarkan gadis-gadis berumur antara tahun 13 dan 16 tahun. Biaya bookingnya adalah sebesar Rp 2 juta.

Setelah menerima permintaan melalui akunnya, tersangka lalu mengirim gadis ke suatu lokasi pertemuan sesuai pesanan pelanggan.

Polisi juga menangkap salah satu dari pelanggan, seorang pria 50 tahun, di apartemennya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tersangka ditangkap setelah salah satu korban memasuki kamarnya. [] jpost/lara