Presiden Curhat, Itu Tanda SBY Memiliki Jiwa yang Cengeng!

HMINEWS- Pakar Psikologi Politik Hamdi Muluk menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang stres berlebihan. Inilah yang membuat Presiden menumpahkan curahan hati saat Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (21/1).

Menurut Hamdi, Presiden sangat tertampar akibat dituding oleh tokoh-tokoh lintas agama telah membohongi publik. Namun, pria kelahiran Pacitan, 9 September 1949 ini seharusnya tidak perlu stres.

“Tuduhan berbohong oleh para tokoh lintas agama merupakan yang paling berat. Ini cobaan politik. Ketika skandal Bank Century terkuak, tekanannya sudah berat. dia dihujat. Tetapi, sekarang lebih berat karena “resi-resi” turun gunung dan menudingnya berbohong. Ini sebuah tamparan yang keras,” kata Hamdi Sabtu (22/1).

“SBY kalau kena tekanan memang seperti itu. Ia akan curhat karena memang jiwanya cengeng. Dahulu ketika ikut pemilihan umum 2009, ia curhat mau disantet lah mau ditembak lah. Adanya tekanan membuat SBY harus curhat,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sebagai seorang pemimpin, SBY seharusnya berjiwa tegar. Apalagi, politik yang menjadi dunianya memang keras. “Akal harus lebih bisa dipakai. Cengeng-cengeng tidak boleh karena politik itu keras. jadi harus tangguh. Perasaan itu harus dikendalikan oleh akal,” ujar Hamdi. Ia menambahkan, secara emosional SBY sudah lelah. Katup emosinya bocor sehingga secara tidak sengaja ia berbicara soal gaji yang belum naik dan membalas kritik soal kebohongan.

“Hal ini justru kontra produktif karena rakyat justru tidak simpati. Presiden boleh saja menyebut dirinya tidak naik gaji. Tapi, ada rakyat yang cari makan saja susah. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tutupnya.[]mi/ian