Kirab Budaya Yogyakarta

HMINEWS- Ribuan masyarakat dari sejumlah elemen masyarakat serat etnis di wilayah tersebut memadati Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat setelah long march dari Stasiun Tugu Yogyakarta pada acara kirab budaya.

Kirab budaya itu digelar untuk menyatakan Yogyakarta adalah Kota Republik dan mengingatkan masyarakat bahwa pada 4 Januari 1949, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta hijrah ke Yogyakarta karena Belanda tidak mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

Seluruh peserta Kirab Budaya tiba di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam kondisi basah kuyup karena selama melakukan long march turun hujan yang cukup lebat.

Sejumlah elemen tersebut datang dengan mengenakan ciri khas dari masing-masing elemen, seperti dari abdi dalem Keraton Ngayogyakarta yang mengenakan seragam kebesaran mereka, prajurit keraton dengan membawa panji-panji dan tombak.

Di samping itu juga ada komunitas sepeda, barisan barongsai mewakili komunitas Tionghoa di Yogyakarta, paguyuban dukuh se-DIY Semar Sembogo dan juga perwakilan masyarakat dari kabupaten di DIY.

Meskipun diguyur hujan yang cukup lebat, seluruh peserta tetap terlihat bersemangat untuk mengikuti kirab budaya tersebut dan seluruh rangkaian acara untuk mengukuhkan Yogyakarta sebagai Kota Republik di Pagelaran Keraton.

Selain dihadiri puluhan elemen masyarakat, sejumlah kepala daerah juga terlihat mengikuti acara itu seperti Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Bupati Bantul Sri Suryawidati, Wakil Bupati Gunungkidul Badingah dan juga mantan KSAD Jenderal (purn) Tyasno Sudarto.

Kerabat keraton, yaitu GBPH Hadiwinoto dan GBPH Prabukusumo juga turut hadir dalam acara tersebut. Setelah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X datang bersama GKR Hemas, acara pengukuhan pun dimulai dan seluruh peserta diminta berdiri, kemudian bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membaca Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Koordinator panitia kirab budaya, Widihasto mengatakan, sejarah perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta menunjukkan bahwa Yogyakarta adalah kota istimewa yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi Indonesia yang saat itu baru lahir. []Ant/ian