Rakyat Ditindas, Ketidakadilan Meluas di Era SBY-Boed

HMINEWS- Inilah  asesmen Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) atas era 2010 di era SBY-Boed. YLBHI  mencatat, tahun 2010 sebagai tahun ketidakadilan bagi rakyat kecil dan didominasi kasus kekerasan oleh aparat.

Menurut Ketua YLBHI, Erna Ratnaningsih berdasarkan catatan dari YLBHI, jumlah kasus ketidakadilan dan kekerasan pada tahun 2010 sebesar 3.091 kasus.

“Tahun Ketidakadilan dan Kekerasan jumlah kasus yang ditangani 2010 sekitar 3.091, Jumlah ini menurun dari jumlah pada tahun 2009 yaitu 3.406 kasus dimana jumlah kasus tertinggi,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, YLBHI-LBH Jakarta merupakan LBH yang paling tertinggi
menerima pengaduan dibanding dengan 14 kantor LBH dengan jumlah 1.150
pendaduan. LBH Jakarta mengklaim dari jumlah pengaduan tersebut, sedikitnya 146,478 sudah terbantu.

Sementara itu, dari sektor penegakan HAM masih ada pelaku pelanggaran yang
masuk dan paling tertinggi adalah pelanggaran hak ekonomi sosial budaya yang tercermin pada banyaknya konflik pengelola Sumber Daya Alam (SDA) sebesar 72%.

Disusul, posisi kedua adalah pelanggaran hak sipil dan politik, berjumlah 22% yang terkait dengan kekerasan yang dilakukan oleh aparat dan persamaan di depan hukum. Di posisi terakhir, justru YLBHI mencatat hanya 6% jumlah kasus perempuan dan anak.[]dni

“Pelaku pelanggaran hak ekosob masih dominan dilakukan oleh perusahaan,
pemerintah dan satpol PP,”tutupnya.