Negara Gawat Darurat, SBY-Boed Harus Mundur!

HMINEWS- Kondisi indonesia yang kian karut-marut diterpa berbagai masalah, dari mulai lonjakan harga sembako, korupsi yang makin menjadi-jadi, mafia hukum yang terus merajalela dan berbagai macam persoalan lainnya yang tak kunjung dituntaskan, dinilai sebagai buah dari ketidakberesan pemerintahan SBY-Boediono.

Karenanya, Petisi 28 berencana melakukan aksi besar-besaran pada 11 Januari mendatang untuk mengkritik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang dinilai telah membawa bangsa ini dalam keadaan gawat darurat.

“Demonstrasi ini lebih bersifat pengingatan dan penyadaran,” ujar Hartsa Mashirul, presidium Petisi 28, seusai diskusi di Doekoen Coffee, Jakarta.

Hartsa mengungkapkan bahwa bukan hanya kegagalan SBY-Boediono saja namun juga kegagalan legislatif, yudikatif, serta aparat hukum yang tebang pilih kasus korupsi demi menggapai materi dan jabatan semata.

Di tempat berbeda, Lamen Hendra Syahputra, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), mengamini pernyataan Hartsa. Menurut dia, semua elemen masyarakat diajak untuk bisa terlibat dalam gerakan yang bertujuan untuk kembali kepada Pancasila dan UUD 1945.[]MI/dni