Illustrasi

HMINEWS- Dunia marah atas aksi bom bunih diri di bandara Moskow. Masyarakat internasional mengutuk serangan teroris di Domodedovo, yang menewaskan 35 orang. Demikian, pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon .

“Ini merupakan tindakan yang mengerikan dan tidak dapat dibenarkan kekerasan terhadap orang yang tidak bersalah” katanya dalam laporan resmi PBB. Ban Ki-moon juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para keluarga korban yang tewas dan terluka.

Selain ungkapan belasungkawa sebagai bentuk solidaritas, Wakil Tetap Bosnia-Herzegovina untuk PBB Ivan Barbalicha juga turut mengecam keras serangan teroris di Bandar Udara Domodedovo, Senin (24/1/2011).

Beberapa negara telah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada pihak berwenang Rusia. Hal ini diketahui dari percakapan telepon antara Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan beberapa kepala negara, antara lain dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak, Raja Spanyol Juan Carlos I, Presiden Polandia Bronislaw Komorowski, dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Presiden AS Barack Obama menyebut insiden ini sebagai “tindakan terang-terangan terorisme”. Adapun Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyebutkan serangan itu sebagai  aksi “pengecut”.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan dukungan penuh terhadap Rusia dalam penyelidikan dan pemburuan pelaku serangan teroris di bandara untuk kemudian diseret ke meja hijau. Negara-negara Arab dan Islam juga mengecam keras serangan teroris tersebut .

“Sekali lagi mereka (teroris) menggiring orang-orang Arab ke dalam posisi sulit. Untuk itu, kami tidak bisa menerima dan mengutuk segala tindakan terorisme,” ujar Sekretaris Jenderal Liga Arab Moussa Amre.

Organisasi Konferensi Islam juga menyampaikan kecaman terhadap tindak pidana dan terorisme yang menewaskan banyak orang tak bersalah itu.

“Uni Eropa pun mengutuk serangan itu dan menyatakan siap untuk memberikan bantuan yang diperlukan,” kata Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.

“Saya sangat terkejut dengan aksi teroris. Saya sangat mengutuk tindakan pengecut teroris,” katanya. Ledakan di Bandara Domodedovo sekitar 16.30 waktu setempat kemarin itu menewaskan 35 orang dan melukai 180 orang. Menurut saksi mata, ledakan berasal dari aksi seorang pelaku bom bunuh diri di terminal kedatangan.[]kcm