"Kita Akan Mengakhiri Rezim Pembohong Ini Lebih Cepat, SBY-Boed Harus Mundur"

HMINEWS- Setelah tokoh lintas agama bersuara lantang soal kebohongan pemerintahan SBY-Boed, kini giliran para aktivis kembali menyuarakan kegaagalan SBY-Boed. Adalah Petisi Garuda (Gerakan Rakyat untuk Demokrasi) merilis daftar kegagalan pemerintahan yang kali kedua dipimpin SBY. Dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki (TIM), Petisi Garuda kembali menyoroti bidang penegakan hukum yang dinilai karut marut.

“Pemerintahan gagal di penegakan hukum, contohnya kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus. Itu konspirasi yang melibatkan banyak pihak dan mengeruk uang negara ratusan miliar,” kata aktivis, Ferdi Semaun, Minggu (23/1/2011).

Selain kasus pajak yang diduga melibatkan banyak pihak di kepolisian, kejaksaan dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Petisi Garuda juga menyesalkan upaya pemberantasan korupsi yang berjalan di tempat. “Pemberantasan korupsi mandek, karena hanya dijadikan pencitraan,” sambungnya.

Para aktivis lintas pergerakan termasuk sejumlah mahasiswa ini kemudian mempertanyakan komitmen pemerintah menuntaskan perkara Bank Century. “Kasus Century, ada dugaan tindak pidana yang melibatkan banyak pihak. Tapi sampai sejauh ini kita menyaksikan proses hukum tidak berjalan,” kata Ferdi.

Selain menyoroti masalah hukum, Petisi Garuda menyertakan daftar kegagalan pemerintah di bidang ekonomi. “Rakyat susah mendapat akses pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat tidak sejahtera,” ujar dia.

Menindklanjuti jejalan kegagalan pemerintah, aktivis dan mahasiswa ini berencana melakukan konsolidasi lanjutan termasuk menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara dalam waktu dekat. “Bagaimana kita mengakhiri pemerintahan SBY secepat mungkin,” tutup Ferdi disambut teriakn lantang hadirin.[]oz/ian