Rizal Ramli: Pernyataan Tokoh Lintas Agama Soal Kebohongan Merupakan Kebenaran

HMINEWS- Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menegaskan,  pernyataan Tokoh Lintas Agama soal 9 kebohongan elite penguasa, atau kegagalan istana mengandung kebenaran dan  telah menyita  perhatian masyarakat dan negara. Menurutnya, harus diakui bahwa ada sebagian keberhasilan pemerintah SBY-Boed,  namun  ada fakta  yang merupakan kegagalan,  dan itu ditutupi  pemerintah dengan kebohongan.  Misalnya dalam  menangani ekonomi.

’’ Saya andaikan dengan seekor sapi, kepalanya bergerak-gerak sehat, tapi badannya sakit. kepalanya itulah sektor finansial yang sehat, membaik karena  hot money dan harga komoditi yang naik terus , tapi ini hanya dinikmati oleh 10% kaum elit. sedangkan badannya, itulah ekonomi yang sesungguhnya , dalam keadaan sakit yang mengenai 90% rakyat kita. tapi yang diseut-sebut pemerintah selalu yang 10% ini untuk menutupi kegagalan yang di 90% ini. Jadi ini bisa disebut kebohongan,’’ kata Rizal Ramli  dalam dialog TV One, Minggu senja (16/1/11) bersama Ahmad Mubarok dari  DPP Partai Demokrat dan  seniman Pong Hardjatmo.

Mengenai angka pengangguran ,  Rizal menuturkan,  ada indikasi surveinya dirubah waktunya oleh rezim SBY-Boed menjadi pada waktu bulan-bulan panen. terus rakyat ditanya apakah dalam seminggu terakhir anda bekerja selama 1 jam ? ‘’Kalau lebih dari 1 jam berarti tidak menganggur. padahal setelah panen mereka menganggur. jadi ini adalah rekayasa statistik , suatu kebohongan,’’ujarnya.

‘’Saya mengharapkan tahun 2011 ini adalah tahun untuk menyatakan kebenaran. sebetulnya saya juga banyak berbicara dengan orang-orang  yang ada dipemerintahan yang sungguh-sungguh mau bekerja untuk memperbaiki negara ini.  Tapi ada sekelompok kecil elit kekuasaan yang berwatak bandit yang menguasai dan ber-main2 dengan kekuasaan sehingga merusak semuanya.’’ imbuhnya.

Rizal mengingatkan bahwa dulu di Jerman , Hitler seorang kopral berkuasa  dengan se-wenang-wenang , tapi orang orang  baik diam semuanya. akibatnya kekuasaan Hitler bisa berlangsung terus. Saya harapkan orang2 baik bersuara. Saya sangat menghargai para tokoh agama  telah menyuarakan kebenaran. ‘’Tetapi kalau pemerintah tidak memperbaiki dirinya, saya khawatir tahun 2011 bisa menjadi tahun terakhir bagi pemerintah SBY,’’tuturnya.

Ahmad Mubarok  banyak berkelit dan malah mendeskreditkan para tokoh agama dengan mengatakan bahwa yang digunakan oleh para tokoh agama  itu bahasa LSM dan politik. ‘’Jangan tertipu dengan para tokoh agama.’’ujarnya.

Sementara Pong Hardjatmo dalam rangka menanggapi Mubarok mengatakan bahwa dia percaya para tokoh agama itu tulus. ‘’ Engga mungkinlah misalya Bhikku,atau Buya itu mengatakan demikian itu karena ingin menjadi menteri.
Kasus Gayus itu mengapa diperlama-lama kok engga langsung diperiksa yang dibelakan Gayus ini jelas suatu kebohongan,’’tegasnya.[]dni