Gerakan Rp100 untuk Bantu Gaji Presiden SBY

HMINEWS- Gerakan Alumni HMI membuat logo pada Gerakan Coin 100 untuk SBY ini mirip logo “coin untuk prita” dengan paduan warna hitam dan kuning yang bertuliskan “Help Salary Presiden” dan “Koin Untuk Presiden” dengan gambar tangan yang memegang koin 100 rupiah. SBY makin tak dihormati rakyat, apalagi sudah dinyatakan sebagai pembohong oleh para tokoh lintas agama. Lily Wahid, anggota DPR PKB, meyakini SBY bakal jatuh karena situasi saat ini sudah seperti masa-masa Gus Dur menjelang jatuh.

Di depan petinggi TNI/Polri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono curhat soal gaji. SBY mengatakan, selama tujuh tahun menjadi memimpin negara belum sekalipun gaji naik. Tapi, kenaikan gaji TNI/Polri lebih penting dari gaji Presiden. Terkait dengan curhatnya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengenai gajinya 6-7 tahun belum naik, yang dikatakan Presiden saat rapat pimpinan TNI-Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Pusat, Jumat (21/1), mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan.

Sebelumnya, Arief Poyuono Ketua Komite Pimpinan Pusat FSP BUMN Bersatu, menggagas Gerakan Rp 1000 untuk kenaikan gaji SBY pada siaran persnya yang dikirim ke SuaraJabar.Com.

Mantan Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Djohan Effendi menilai curhat Presiden dapat membuat masyarakat salah tafsir.

“Saya kasihan masa Presiden curhat terus. Ini bisa membuat masyarakat jadi pesimistis,” tuturnya.

Menurut Djohan, SBY telah berupaya untuk tidak bohong. Namun, lanjutnya, curahan tersebut sangat naif bagi seorang pemimpin tertinggi. “Saat saya mendengar SBY curhat lagi, saya sangat kaget. Harusnya Presiden lebih memberikan motivasi,” tegasnya.

Selanjutnya, reaksi keras kembali muncul dari Gerakan Alumni HMI yang menggagas sebuah gerakan 100 rupiah untuk Membantu Keluh kesah SBY masalah Gaji selama 7 Tahun yang belum dinaikkan.

Dalam pernyataan yang di sebarkan melalui salah satu Jejaring Social Facebook, Gerakan ini akan melakukan aksinya, Senin (24/01/2011) di Bundaran Hotel Indonesia dan mengundang para warga Bangsa untuk bersama-sama menyumbangkan coin 100 untuk pemimpin yang sedang mengalami kesusahan.

Pernyataan seorang president di seluruh dunia yang curhat tentang gaji president yang tidak naik selama memimpin adalah hanya diucapkan oleh President Indonesia, sungguh sangat tidak pantas ini di ucapakan didepan umum bagi seorang president apalagi didepan para petinggi Polri dan TNI dan dengar oleh para prajurit TNI, Polri serta rakyat yang lagi kelaparan dan kesulitan di pengungsian akibat bencana alam.

Prajurit TNI dan Polri walaupun setiap tahun mendapatkan renumerasi gaji tetapi gajinya akan tetapi sebenarnya gaji mereka hanya pas pasan untuk membiayai keluarganya dengan keadaan ekonomi biaya tinggi yang dihasilkan oleh hasil kerja SBY dan anak buahnya di kabinet.

Apalagi gaji buruh yang UMP ataupun UMK nya naik  setiap tahun hanya cukup untuk beli beras 10 Kg saja, dan tidak punya tabungan serta hidup serba kekurangan dan kadang terjerat oleh rentenir /bank harian dengan bunga tinggi  karena gajinya setiap  tengah bulan sudah ludes dan harus meminjam di bank harian.

Sedangkan SBY dan keluarganya selain gaji juga mendapat banyak fasilitas dari negara, serta mungkin dimudahkan untuk mendapatkan melakukan bisnis dan meminjam uang di bank BUMN dalam jumlah milliaran rupiah, apalagi salah satu anggota keluarganya adalah Dirut Bank BNI, lihat saja baru berkuasa 6 tahun anaknya sudah jadi pengusaha dan sudah bisa beli pesawat pribadi yang konon harganya miliaran rupiah.

Jadi, curhat SBY mengenai gajinya yang tidak naik selama tujuh tahun, bagaikan anak kecil yang lagi cari perhatian pada orang tuanya untuk minta dibelikan permen.[]rima/ian