HMINEWS,- Sejumlah menteri ternyata mendapat ponten merah dalam penilaian kinerja yang laporannya akan disetor Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto, hari ini, Rabu 12 Januari 2011. Sayangnya, Kuntoro sendiri enggan membocorkan, siapa saja menteri yang rapor kinerjanya dinilai merah itu.

” Masih ada. Sudah kelihatan 1- 2 yang mendapat merah” kata Kuntoro saat ditemui di Jakarta, Selasa 11 Januari 2011.

Soal alasan kegagalan kementerian dan lembaga dalam mencapai target, Kuntoro mengatakan banyak alasan yang dikemukakan oleh kementerian tersebut. Diantaranya termasuk soal anggaran. Namun bukan berarti alasan tersebut bisa mengubah penilaian UKP4. “Kebanyakan mereka memberikan alasan. Kita catat, tetapi tidak memberikan alasan untuk mengubah penilaian,”ujarnya.

Kuntoro menegaskan, target-target tersebut ditetapkan sendiri oleh kementerian dan lembaga bersangkutan. Kuntoro juga memastikan,pihaknya  obyektif dalam memberikan penilaian. “Jika baik maka akan disebut baik, dan begitu juga sebaliknya,” katanya.

Kuntoro mengaku seolah memakai kacamata kuda dalam bertugas. Bahkan kalau ada kementerian atau lembaga yang kinerjanya tak mencapai target karena hambatan dari luar, nilai merah pun bakal dijatuhkan.

Misalnya, jika kinerja suatu kementerian kedodoran karena regulasi yang terlambat disahkan, atau anggaran yang telat cair. “Kita tetap saja, lugas, Saya kira tetap tanggung jawabnya kementerian (yang bersangkutan),” ucapnya.

Meski begitu, dalam beberapa kesempatan Kuntoro menolak jika laporan timnya tentang pencapaian rencana aksi kementerian dan lembaga dalam Kabinet Indonesia Bersatu II tidak terkait langsung dengan “reshuffle” atau perombakan kabinet. Menurut dia, laporan UKP4 hanya terkait dengan evaluasi pelaksanaan sejumlah rencana aksi yang telah ditetapkan untuk 47 kementerian dan lembaga.

Namun, kata Kuntoro lagi, sepenuhnya laporan itu tergantung kepada Presiden.” Apakah ini perlu disidangkan atau tidak, atau dipegang oleh beliau sendiri untuk dipelajari lebih mendalam,” tuturnya.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha secara terpisah menegaskan, Presiden  tak hanya melihat kinerja menterinya dari hasil evaluasi tim UKP4 saja. Tapi dalam banyak kesempatan, presiden juga seringkali menyinggung soal pembahasan publik tentang kinerja kementerian-kementeriannya dengan mendengarkan dan memperhatikan secara langsung diskursus, wacana, atau perdebatan-perdebatan yang berkembang di publik mengenai hasil capaian prestasi dari kementerian dan menteri yang memimpinnya.

“Laporan UKP4 bukan satu-satunya parameter. Sebelum dibentuk kabinet ini kan ada kontrak kinerja dan pakta integritas, ada semacam target/sasaran yg ingin direalisasikan dalam masa pemerintahan ini. Jadi realitas politik itu tetap dipertimbangkan disamping tentunya juga prestasi kinerja dilihat,” ujarnya./Hast/Temp