FAMI: SBY-BOED Harus Mundur, atau Diturunkan Secara Paksa

HMINEWS- Pemerintahan SBY-Boediono terus menuai kecaman karena dinilai telah gagal menjalankan amanat rakyat. Harga pangan yang terus melambung, biaya pendidikan yang kian meninggi dan tak terjangkau, dan berbagai skandal korupsi yang tak kunjung dituntaskan dinilai sebagai indikator yang sangat nyata kegagalan rezim berkuasa saat ini.

Menyikapi hal tersebut, Front Aksi Mahasiswa Indonesia (FAMI), mendesak SBY-Boediono untuk segera mundur, dengan terhormat atau diturunkan secara paksa oleh gerakan rakyat di seluruh Nusantara yang sampai detik ini terus melakukan konsolidasi di daerah-daerah menuju konsolidasi nasional. Demikian diungkapkan FAMI dalam press rilisnya kepada RIMANEWS.

Rencananya FAMI akan menggelar aksi besar-besaran gerakan rakyat di seluruh Nusantara yang akan dimulai pada 11 Januari 2011, 28 Januari 2011, dan seterusnya. Untuk menuntut SBY-Boediono mundur, karena dinilai telah mengkhianati rakyat.

Selain itu, FAMI juga menilai keberadaan Setgabhanya menjadi tukang stempel rezim SBY, apalagi terjadi juga politik transaksional, seperti kesepakatan bersama untuk menutupi skandal Bank Century dan skandal Pengemplang Pajak. Karenanya, FAMI juga mendesak Setgab segera dibubarkan, karena hanya mementingkan partai politik tertentu daripada mementingkan kepentingan rakyat.

Di tahun 2011 ini, menurut FAMI, akan menjadi tahun yang lebih suram daripada tahun 2010. Karena ditahun 2011 ini akan menjadi tahun intrik politik yang dilakukan oleh Setgab demi nafsu untuk berkuasa di Pemilu 2014, dan lagi-lagi rakyat menjadi korban permainan politik mereka.[]dni