Demostran Mesir Menuntut Presiden Mubarak Mundur

HMINEWS- Gelombang protes ratusan ribu warga Mesir yang berlangsung sejak Selasa lalu mencapai puncaknya di hari Jum’at. Aksi demo ini menelan korban puluhan orang di Kairo, Suez, Iskandariah dan sejumlah kota. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak. Protes massal warga Mesir membuat nasib Mubarak kian mendekati mantan Presiden Tunisia, Zein al-Abidin Ben Ali.

Aksi demo warga Mesir hari Jum’at (28/1) diikuti berbagai kalangan masyarakat. Pemerintah pun mengerahkan pasukan khusus untuk menjaga keamanan. Tak pelak lagi korban pun berjatuhan. Sedikitnya 13 orang tewas di kota Suez, 23 orang di Iskandariah dan lima lainnya di Kairo menemui ajal karena diterjang timah panas dan brutalitas polisi anti huru hara. Sebelumnya di hari Selasa dan Kamis, tercatat delapan warga tewas di berbagai wilayah Mesir.

Berita tentang jumlah korban di kalangan demonstran tetap simpang siur akibat kebijakan pemerintah Mesir yang melarang wartawan meliput aksi protes di negara ini, khususnya di Kairo. Transformasi terbaru di Mesir menghiasi berbagai laporan dan halaman media massa regional dan internasional. Laporan CNN, BBC, France 24, Aljazeera, Alarabiya dan berbagai media lainnya menunjukkan terjadinya bentrokan sengit antara warga dan polisi Mesir.

Hosni Mubarak yang tidak ingin bernasib sama seperti Ben Ali telah mengerahkan militer dan polisi yang didukung oleh kendaraan lapis baja. Tak tanggung-tanggung, Mubarak juga merombak kabinetnya dan menerapkan kondisi darurat militer. Namun sepertinya upaya tersebut sia-sia. Terbukti warga tidak menghiraukan kondisi darurat dan tetap turun ke jalan-jalan menuntut pengunduran diri Mubarak.

Hari ini pun dilaporkan, ratusan warga masih tetap turun ke jalan-jalan. Sejak pagi mereka berkumpul di pusat kota dan meneriakkan yel-yel anti pemerintah. Setelah tertekan selama 30 tahun, akhirnya rakyat Mesir bangkit menentang kekuasaan diktator Hosni Mubarak. Warga memprotes kondisi ekonomi negaranya dan maraknya aksi korupsi di tubuh pemerintah.

Sementara itu, Mubarak yang selama beberapa waktu lalu hilang dari peredaran dan tidak memberikan reaksi apapun soal kondisi negaranya, akhirnya kemarin malam muncul di televisi. Ia meminta warga untuk tidak mencontoh kondisi di Tunisia dan menggunakan cara lain untuk merealisasikan tuntutannya. Ia pun mulai mengumbar janji untuk meredam kemarahan warga. Mubarak berjanji akan menyelesaikan krisis pengangguran secara bertahap. Presiden Mesir ini dalam penampilannya seolah-olah menghormati kebebasan berpendapat warga. Ia menekankan bahwa harus ada batas antara kebebasan dan brutalitas.

Kini posisi Mubarak menyerupai Ben Ali. Aksi protes massal warga dalam beberapa hari ini belum pernah terjadi selama 30 tahun terakhir. Mubarak pun terpaksa menggunakan segenap kemampuannya untuk mengontrol keadaan. Di sisi lain, Ikhwanul Muslimin menjadi kambing hitam dalam kerusuhan dan aksi protes warga. Departemen Dalam Negeri Mesir menuding kelompok oposisi terbesar di negara ini sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi protes massal warga. Namun tudingan ini dibantah oleh para pengamat dan berbagai laporan televisi. Mereka menilai, apa yang terjadi di Mesir saat ini khususnya di hari “Jum’at Kemarahan” adalah ibarat ledakan pekikan warga yang tertekan selama 30 tahun. Mereka juga menilai aksi ini akan berakibat pada lengsernya Mubarak dan pergantian kepemimpinan di Mesir.

Sementara itu, Mohammad Elbaradei, salah satu pemimpin oposisi Mesir yang mencalonkan diri dalam pilpres di negara ini kian optimis dapat menggantikan posisi Mubarak. Elbaradei kemarin yang baru datang dari Wina langsung bergabung dengan warga yang menggelar aksi protes. Akibat ulahnya ini, Elbaradei pun dikenai sanksi tahanan rumah oleh pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Aboul Gheit menepis analisa bahwa transformasi di Tunisia akan merembet ke Mesir. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Tunisia tidak akan menyebar ke negara Arab termasuk Mesir, karena menurutnya kondisi di setiap negara berbeda. Aksi demo warga Mesir kian mendekatkan prediksi para pengamat bahwa nasib Mubarak akan menyusul Ben Ali. Benarkah Mubarak akan lengser akibat protes warga, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.[]irib/ian