SETIAP DETIK MEREKA DALAM PENINDASAN (PATANI)

Segala puji hanyalah milik Allah, kami memuji-Nya dan memohon ampunan-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri-diri kami dan dari kejelekan amalan perbuatan kami.

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan tidak ada yang mampu menunjukkan jalan padanya lagi. Dan saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya.

Semuanya Milik Allah dan jelas bahwa semua yang ada pada diri kita dan pada diri mereka/kafir hanyalah pinjaman. Jadi patutlah kita merasa malu jika kita bermegah-megahan dengan barang atau sesuatu yang sebenarnya bukan milik kita, patut kita takut karena tidak menjaga apa yang dipinjam, patut merasa keji karena saling merampas/menjajah tanah-tanah yang sebenarnya menjadi hak orang lain dan yang layak atas semua pinjaman ini hanyalah ummat Islam.

Baik, dengan tidak merugikan lembaran kertas dan halaman, Mr. JR terus saja ke pointnya. Ini hanya tinjauan singkat dari saya si penulis yaitu tentang bentuk-bentuk penindasan terhadap Ummat Melayu di Patani. Jatuhnya Patani ke tangan Siam (Thailand) pada tahun 1785 dan diikuti dengan perjanjian Inggris-Siam pada tahun 1909, menjadi titik permulaan bagi kesengsaraan orang Melayu Islam Patani.

Penjajahan ini menyebabkan aspek kehidupan Umat Melayu Patani berada dalam keterpaksaan contohnya, Orang Patani di larang untuk berpakaian yang berciri-cirikan melayu dan dipaksa memakai pakaian ala-ala siam seperti baju lengan pendek dan skirt/rok/meksi bagi wanita dan lelaki harus mengenakan seluar dan topi sebagai ganti pada kopiah dan sorban.

Pakaian tradisional Patani sama-sekali tidak dibenarkan, dan bagi mereka yg melanggar aturan ini akan dihukum dengan berbagai jenis hukuman seperti, di tending dan wanita pula dusurh melepaskan pakaian. Manakala, nama-nama Islam di ubah menjadi seperti nama siam. Disini jelas bahwa siam berusaha sekuat mungkin untuk menghapus Umat Melayu Islam di Patani.

Sekitar tahun 90-an, mereka mula merasuk fikiran anak-anak melayu agar berbicara bahasa siam, bagi mereka yang berbicara bahasa melayu akan di denda 5bath per-kata. Bukan itu saja, malah siam juga berusaha merosakkan ketulenan bangsa melayu dengan bernikah dengan anak-anak gadis melayu dan membawa mereka pergi dan bagi warga siam yang Berjaya menikahi orang melayu akan diberikan ganjaran berupa uang sebanyak 50 ribu bath.

Tidak cukup dengan itu mereka juga sanggup memperkosa gadis-gadis melayu. Ada satu kejadian yang berkait yaitu, dengan peristiwa perkosaan seorang muslimah bernama Nurhayati, Ia diperkosa secara bergantian oleh tentara Thailand, dihadapan ibunya sendiri. Kemudian, ia disiksa hingga meninggal dan jenazahnya dibungkus oleh kain dan kemudian dibakar.

Pembunuhan dan penangkapan sering saja menimpa pemuda Melayu. Mereka di tangkap dan di bunuh tanpa bukti kesalahan yang nyata. kejadian Kampung Krisek 28 April 2004, 106 remaja dan pemuda Muslim menjadi sasaran tembak tentara Thailand karena dituduh melakukan serangan terhadap pos-pos kemanan yang didirikan oleh tentara Thailand.

Dan pada 24 Oktober 2004 pula terjadi satu peristiwa Ta’Bai yang amat menyakitkan dan menyayat hati karena sangat ramai pemuda terkorban Syahid. Ada dari mereka yang tenggalam ke dalam sungai Ta’Bai, ada yang ditembak mati, dan di tanam hidup-hidup. Setengah dari mereka di tangkap dan 85 orang meninggal dalam perjalanan menuju tahanan karena di paksa duduk secara bertindihan di dalam truk. Yang lebih kejam lagi mereka mengambil kesempatan membunuh Orang Islam dalam bulan Ramadhan dimana bulan semua umat Islam berpuasa.

Selain dari melakukan pembunuhan terhadap bangsa melayu, siam juga berusaha menenggelamkan umat melayu dalam kebodohan dan berusaha menjauhkan Umat Melayu Patani dari ajaran islam yang benar dengan meyediakan ustaz-ustaz atau guru agama yang bekerja di bawah Pemerintah Thailand. Selain dari melenyapkan ajaran islam yang murni, mereka juga berusaha keras untuk melenyapkan sekolah-sekolah agama di Patani. Satu persatu sekolah di tutup dan para Ustaz sering saja di bunuh, di kurung dalam tahanan dan ada yang hilang entah kemana.

Telah kita sadari bahwa betapa tersiksanya hidup dalam dunia penindasan. Otak sentiasa berfikir begitu mudah sekali nyawaku melayang, hati terasa lemah untuk hidup, dan jiwa tidak lagi mampu menjerit kegagahan. Tapi hingga hari ini mereka masih tetap bertahan hidup. Dari mana mereka dapat semangat untuk hidup?

Pandanglah kedepan kamu, kamu lihat para mujahideen tidak ada henti berjuang dan bermandi darah! Pandanglah di bawah kamu, kamu akan lihat kubur-kubur para syuhada, betapa mereka mencintaimu dengan mengorbankan nyawa mereka. Pandang ke sisi kiri dan kanan kamu, kamu akan lihat saudara kamu memegang erat tanganmu mengharapkan perlindungan!

Pandanglah ke belakang kamu, betapa ramai dan utuh berdiri si Pemegang pedang yang bakal berjuang bersama kamu. Pandanglah ke atas, kamu akan lihat kebesaran Allah yang mendirikan langit tanpa satu tiangpun. Dari situ kamu akan sadar bahwa Allah sentiasa memerhatikan kita dan akan membantu kita, bermohonlah kepadaNya. Inilah punca semangat mereka!

Sebagai buktinya lihatlah ayat-ayat dan janji-janji Allah ini :
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (Ali Imram :200)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (Ali Imran: 102)
By : Imaduddin Bahy (Mr. JR)