Bambang Soesatyo, Anggota Komisi III DPR

Oleh : Bambang Soesatyo, Anggota Komisi III DPR

Mundurnya Demokrat dari pengusul pansus Hak Angket yg mereka buat sendiri, tidak akan menyurutkan langkah Partai Golkar untuk membongkar jaringan mafia pajak dan praktik kolutif di direktorat jenderal pajak dan kementerian keuangan. Golkar tetap jalan terus. Penggalangan tanda tangan dari anggota DPR terus meningkat dan cukup memenuhi ketentuan untuk dibawa ke Bamus dan Paripurna.

Sekarang persoalan menjadi jelas, siapa sesungguhnya yang berupaya melindungi mafia pajak. Sebab, siapapun tahu kalau pansus hak angket mafia pajak DPR jalan, pasti praktik-praktik kotor disektor penerimaan negara dan mafia yang selama ini menjadi masalah akan terungkap dan terbongkar.

Saya menduga, justru sekarang mereka baru menyadari bahwa mafia pajak sesungguhnya ada disekitar mereka. Karena yang namanya mafia dimanapun diseluruh dunia pasti lengket dengan kekuasaan atau pengusaha plus penegak hukum.

Ada indikasi dengan pencabutan itu Demokrat secara sadar dan sengaja tengah berupaya mengaburkan usaha DPR untuk membongkar mafia pajak yang sesungguhnya selama ini merugikan penerimaan keuangan negaran ratusan triliun.

Demokrat sekarang berkilah, dia dikerjai katanya. Bagaimana bisa? Dikerjai siapa? Wong, seluruh konsep dan inisiatornya mereka. Itu hanya alasan akal-akalan saja. Yang benar sesungguhnya Demokrat tidak serius alias gertak sambal. Begitu fraksi yang lain setuju, dia kebingungan sendiri.

Mereka lalu beralasan takut dibelokan utk membukarkan satgas PMH. Lho, apa hubungannya? Kita bicara mafia pajak. Bukan mafia hukum. Apalagi satgas PMH.  Kita tidak perlu pintar untuk dapat menilai balik badannya Demokrat dapat dibaca sebagai upaya menghambat usaha DPR membongkar ‘gembong’ dari mafia pajak.