Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah

HMINEWS- Dukungan publik atas keprihatinan Gaji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak nai-naik selama 7 tahun mendapat perlawan keras dari parta Demokrat. Pasalnya Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) Jafar Hafsah menilai tindakan pengumpulan koin untuk gaji presiden tidak pantas dilakukan karena sama saja melecehkan Presiden.

“Itu ada unsur-unsur merendahkan,” ujar Jafar di DPR, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Perbuatan itu, lanjut dia, tidak pantas dilakukan oleh rakyat Indonesia kepada Presidennya. “Itu termasuk hal yang tidak wajar dan tidak pantas,” cetusnya.

Menurutnya, perbuatan pengumpulan koin untuk Presiden bisa dikategorikan pencemaran nama baik. “Bisa masuk kategori itu, kalau koin itu dikumpulkan untuk memberikan bantuan atau gaji kepada Presiden,” tuturnya.

Jafar mengaku tidak mengetahui siapa inisiator dari pengumpulan koin untuk presiden.

Sebagaimana diberitakan, gerakan “Koin Untuk Presiden SBY” muncul pertama kali di situs jejaring pertemanan Facebook.

Jika dilihat dari logo “Koin Untuk Presiden SBY” mirip dengan logo “Koin Peduli Prita”. Prita merupakan ibu dua anak, mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, gara-gara curhatnya melalui surat elektronik yang menyebar di internet mengenai layanan RS Omni Internasional Alam Sutera.

Jika “Koin Peduli Prita” dibuat untuk membantu Prita yang harus membayar denda Rp204 juta kepada RS Omni. Bagaimana dengan “Koin Untuk Presiden SBY”? Kabarnya, gerakan tersebut untuk membantu Presiden SBY yang mengeluh gajinya tidak naik selama tujuh tahun.

Entah siapa yang menggagas dan membuat gerakan “Koin Untuk Presiden SBY” di Facebook.

Beredar juga di Blacberry Messenger (BBM), gerakan “Sayang SBY” dengan mengumpulkan Koin Rp100 untuk membantu keluh kesah SBY soal gajinya yang belum naik selama tujuh tahun.[]inil/ian