Curhat SBY Soal Gaji Melukai Hati Rakyat

Oleh : Arief Poyuono, Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

HMINEWS- President SBY pada saat rapat kerja nasional yang dihadiri oleh kepala kepala daerah dan para menterinya mengklaim keberhasilan pemrintahan dalam bidang ekonomi . Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  juga mengklaim berbagai pencapaian positif di bidang perekonomian selama 2010 yang dianggapnya mendatangkan apresiasi positif di forum internasional. Salah satu yang yang menjadi klaim keberhasilan SBY adalah bahwa indicator kesejahteraan rakyat mengalami kemajuan misalnya pendapatan perkapita rakyat Indonesia yang pada tahun 2010 tembus mencapai US$3 ribu.

Tetapi klaim SBY mengenai meningkatnya pendapatan perkapita rakyat Indonesia yang meningkat ,oleh  banyak kalangan  baik dari tokoh agama , aktivis , mahasiswa maupun elit politik yang mengatakan bahwa  klaim itu adalah tidak benar dan hanya bohong belaka , dan membuat SBY dan para kroninya kebakaran jenggot akibat dikatakan bohong oleh berbagai kalangan dan sampai sampai SBY harus mengundang beberapa tokoh agama untuk hadir ke istana untuk membahas mengenai tuduhan bohong terhadap pemerintahannya.

Belum lama mengenai ketidak percayaan public terhadap data data keberhasilan yang dipaparkan oleh SBY mengenai kemajuan pemerintahannya , dalam rapat gabungan pimpinan POLRI dan TNI , disela sela SBY memberikan pidatonya mengenai adanya kenaikan renumerasi gaji prajurit TNI dan POLRI untuk mencari dukungan dari parjurit TNIdan Polri khususnya agar tidak mudah dimakzulkan oleh kaum civil ,   SBY juga curhat dihadapan para petinggi TNI dan POLRI mengenai gajinya yang tidak kunjung naik selama dia menjabat menjadi president agar mendapat simpati dari mereka yang hadir .dari pidato dihadapan pejabat POLRI dan TNI.

Dari pernyataan SBY mengenai tidak naik gajinya selama menjabat president juga bisa menjadi bukti bahwa klaim SBY mengenai meningkatnya kesejahteraan rakyat adalah bohong besar , bagaimana dikatakan kesejateraan rakyat meningkat tapi ternyata gajinya president saja tidak ada kenaikan selama 6 tahun , berarti juga bahwa kenaikan renumerasi TNI dan POLRI serta para PNS dalam RAPBN 2011 naikkan gaji pokok sebesar rata-rata 10 persen bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan serta tetap akan memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan.sebenarnya tidak memberikan kenaikan tingkat kesejahteraan bagi mereka dikarenakan kenaikan renumerasi tersebut juga dibarengi dengan naiknya harga harga kebutuhan barang dan jasa  yang setiap tahunnya mencapai rata rata 30 %

Akibat pernyataan tersebut juga  banyak megundang sinisme dan kemuakan rakyat dari berbagai kalangan betapa ternyata SBY bukanlah pemimpin yang iklas dan tegar , serta mau terkesan SBY ingin dikasihani dan tidak rela berkorban bagi negara karena pengabdiannya kepada negara hanya diukur oleh materi

Pernyataan SBY tentang gaji membahyakan kesetian  Prajurit TNI

Dari pernyataan SBY tentang tidak naiknya gaji selama dia memerintah dihadapan petinggi TNI Dan POLRI juga sangat membahayakan psikologi kesetian para prajurit TNI dalam mempertahankan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia , sebab ini bisa menimbulkan penyakit budaya materialisme di kalangan prajurit TNI dalam melakukan tugasnya  , untung saja prajurit prajurit TNI yang diperbatasan negara  bukanlah prajurit yang bisa diukur dengan materi dalam menjalankan tugasnya menjaga perbatasan negara Indonesia dan tetap setia pada sapta marga walaupun gajinya setiap tahun tidak cukup untuk menghidupi ekonomi keluarganya . kalau tidak percaya lihat saja nasib prajurit TNI diperbatasan yang serba kekurangan . tetapi dalam kekurangannya mereka tetap setia dan tidak mau menjual negara dengan melakukan illegal logging atau melakukan illegal fishing.

Serta dapat di ditarik kesimpulan bahwa SBY menjadi politisi dan menacapi tingkatan posisi politik tinggi hingga menjadi  president hanya bertujuan mencari kekayaan saja bukan untuk mengabdi secara iklas untuk membangun negara

TKI diluar negeri lebih punya rasa nasiolisisme dibanding SBY

Ini juga membuktikan bahwa rasa nasionalisme SBY masih jauh dibawah  dengan para TKI yang bekerja diluar negeri , yang bertaruh dengan nyawa dan kehormatannya serta rela jadi gelandangan dikolong jembatan untuk  membangun Indonesia dengan menyumbangkan gajinya sebagai pendapatan devisa negara dan pajak bagi negara .

Dan pendapat politisi partai Demokrat bahwa orang yang mengkritisi tentang curhat SBY tentang gajinya yang tidak naik dikatakan adalah orang sakit adalah lebih baik dibandingkan punya pemimpin negara atau pemimpin partai yang tidak iklas dalam membangun bangsa dan negara .