Kasus Gayus Mainan Baru Presiden SBY Melawan Skandal Century

HMINEWS- Penuntasan kasus Gayus lewat Instruksi Presiden SBY diduga demi menutupi isu skandal Century yang kembali mencuat ke permukaan. Sebab DPR sedang mengumpulkan tanda tangan untuk Hak Menyatakan Pendapat terkait kasus bank yang berdampak sistemik dan merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun itu.

“Saya mempunyai pandangan kasus Gayus ini dipakai untuk menutupi isu Century yang kembali muncul setelah adanya wacana Hak Menyatakan Pendapat di DPR,” ujar peneliti Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim di Jakarta, Senin (17/1/2011).

Keseriusan SBY untuk menuntaskan kasus Gayus mulai terlihat dengan diadakannya rapat dadakan di Bandara Halim Perdanakusuma pada 14 Januari lalu dan rapat terbatas bidang hukum, politik dan keamanan pada hari ini. Namun ada pula yang menduga keseriusan SBY itu dibalut oleh kepentingan politik terselubung.

Tak hanya untuk menutupi kasus Century yang bergaung dari DPR, kasus Gayus dinilai Hifdzil menjadi momentum yang tepat untuk dipakai menangkis tudingan bohong yang dialamatkan padanya oleh sejumlah tokoh lintas agama baru-baru ini.

Tudingan bohong yang dialamatkan para tokoh lintas agama kepada SBY dinilai Hifdzil sebagai pukulan telak yang memalukan baginya. Sehingga SBY merasa perlu untuk menangkis citra buruk tersebut dengan menunjukkan keseriusannya terhadap kasus hukum yang menjadi perhatian publik.

Namun, Hifdzil melanjutkan, keseriusan SBY dalam penuntasan kasus Gayus masih menjadi tanda tanya besar mengingat eratnya kasus ini dikaitkan dengan mitra politiknya di Setgab Koalisi. Kasus Gayus kerap dihubung-hubungkan dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sejak tiga perusahaannya disebut mantan pegawai Dirjen Pajak itu dalam persidangan.

“Makanya SBY harus perintahkan, bukan minta, polisi untuk mengungkap siapa yang berada di baliknya. Biar SBY nggak terkesan memakai kasus ini untuk menutupi isu Century dan bisa melakukan sangkalan terhadap tuduhan tokoh-tokoh agama,” tutup Hifdzil.[]mt/dni