Bambang Soesatyo

HMINEWS- Wakil Ketua Umum Kadin Bambang Soesatyo meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa untuk bertindak lebih riil dalam menjalankan roda perekonomian Indonesia. Hatta harus memahami bahwa saat ini hal yang mendesak ialah menurunkan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan cabai.

Klaim Indonesia masuk dalam 18 kekuatan ekonomi dunia dinilai Bambang sebagai manuver untuk lari dari tanggung jawab terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi rakyat saat ini.

“Masalah riil saat ini adalah tingginya harga kebutuhan pokok rakyat. Daya konsumsi jutaan keluarga sudah anjlok menuju titik nol. Jutaan anak terancam kekurangan gizi,” kata Bambang dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/1/2011).

Ia juga menyatakan bahwa pernyataan Hatta mengenai Indonesia masuk dalam 18 kekuatan ekonomi dunia sebagai manuver untuk lari dari tanggungjawab terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi rakyat saat ini. Pernyataan itu, menurut Bambang, tak lebih dari angin surga karena Hatta mencoba meninabobokan rakyat dan membangun kebanggaan semu.

Sebagai Menko Perekonomian, Bambang menilai Hatta mestinya lebih peduli pada persoalan rakyat, bukan mengira-ngira ekonomi negara 15 atau 20 tahun mendatang ketika dia sudah tidak lagi menjabat menteri.

“Kalau sekarang terjadi lonjakan harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan cabai, berarti masalahnya berkait dengan perut rakyat. Itulah tugas utama Menko Perekonomian saat ini yaitu pengendali harga,” tandas Bambang.

Bagi rakyat, imbuhnya, puja-puji atau klaim tentang Indonesia sebagai satu dari 18 kekuatan ekonomi dunia adalah pepesan kosong.

Belum lagi, ancaman inflasi tahun 2011 ini, menurut BPS bisa mencapai 6,9% akibat harga bahan kebutuhan pokok seperti gula dan beras terancam tinggi akibat kegagalan panen karena cuaca ekstrem. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia juga pernah mengeluarkan prediksi bahwa kesenjangan sosial akan makin lebar pada 2011.

“Apa artinya klaim keberhasilan itu kalau jumlah warga miskin terus bertambah?” pungkasnya.(mi/ian)