Bambang Soesatyo: Ada Kejanggalan di Balik Pergantian Dirjen Pajak

HMINEWS- Terkait pergantian Dirjen Pajak, anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengendus adanya kejanggalan dalam pergantian tersebut. Bambang melihat ada dua poin yang perlu dicermati. Pertama, pola rotasinya sama dengan sebelumnya, yakni dari kepala Bapepam-LK ke Dirjen Pajak. Kedua, pergantian dilakukan di tengah tuntutan publik agar level pimpinan Direktorat Jenderal Pajak diperiksa berkait dengan terungkapnya mafia pajak.

Lebih lanjut Bambang melihat, Ditjen pajak sebelumnya, Darmin Nasution, adalah juga mantan Ketua Bapepam-LK. Begitu juga Fuad Rahmany. Sejak kemain sore, muncul pergunjingan bahwa pola rotasi ini diteruskan karena sudah terbukti mendatangkan manfaat bagi kepentingan pihak tertentu.

”Fuad misalnya, dinilai “berjasa” karena keberaniannya meloloskan kejanggalan IPO Krakatau Steel, sehingga berhasil memberi keuntungan besar bagi pihak tertentu itu. Darmin pun dulunya seperti itu, sehingga untuk jasa-jasanya dia dipercaya menjabat Gubernur Bank Indonesia,” ungkapnya  (21/1/2011).

Sedangkan Tjiptardjo, lanjut Bambang, mungkin akan “dikorbankan”, tetapi statusnya mungkin hanya sebatas saksi. Sebab, Tjiptardjo banyak membantu Darmin. Lebih dari itu, Tjiptardjo menyimpan banyak rahasia.

“Seperti diketahui, Darmin dan Tjiptardjo mestinya menjelaskan beberapa kasus restitusi yang bermasalah seperti Wilmar Group dll. Bisa jadi Darmin dan Tjiptardjo tahu ke mana saja dana dari restitusi bermasalah itu dialirkan,” tukasnya.[]dni