SBY-Boed Lengser Tahun Ini

HMINEWS- Kondisi kebangsaan yang absurd dan retorik dalam masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono  saat ini akan memunculkan pesimisme dan delegitimasi rakyat  terhadap pemerintahan SBY-Boed. Diperkirakan Nasib presiden SBY akan serupa dengan presiden Tunisia yang terguling dan akhirnya mengundurkan diri dari kursi kepresidenannya.

Demikian dikatakan Abdul Wahab Nasaru, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam dalam acara diskusi yang diselengarakan Komunitas Hijau Hitam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Yogyakarta, Senin (17/1/2011)

Menurutnya, Anomali tokoh-tokoh masyarakat dan absurditas elit di parlemen akan berujung pada disorientasi kebangsaan, efeknya bisa mengakibatkan kelumpuhan pemerintahan seperti di Lebanon dan Tunisia.

Pemerintahan  SBY-boed akan kesulitan melewati kondisi ini dan tidak mampu menahan gelombang tekanan gerakan parlemen yang cenderung pragmatis maupun gerakan extra parlemen yang bertipologi kritis-opurtunis, Katanya

Indikasi pertama terlihat dari gelagat bisik-membisik partai-partai di parlemen yang sudah tentu akan mempertahankan posisi kekuasaannya secara aman dengan menanti program reshuffle kabinet dagang sapi.

Indikasi kedua adalah  mulai bermunculannya gerakan pressure group extra parlemen yang ikhlas, kritis dan opurtunis. Indikasi ketiga adalah kondisi rakyat yang cenderung apatis terhadap kondisi kebangsaan.  Semua itu akan mempercepat proses tumbangya rezim pembohong SBY-Boed, kata Wahab.[]aw/dni