Kairo, HMINEWS- Pihak keamanan Mesir hari ini (2/01/2010) menahan tujuh orang terkait dengan pemboman gereja di Alexandria yang menewaskan 21 orang saat misa tahun baru 2011 lalu. Presiden Hosni Mubarak mengutuk perisiwa tersebut, dan menyebutnya sebagai serangan “pada semua orang Mesir” oleh “unsur asing”.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tapi para pejabat keamanan mengatakan penyelidikan polisi berfokus pada kelompok lokal Islam, tetapi tidak terkait langsung dengan al-Qaida.

Warga Kristen menyentuh mural di dinding gereja Koptik Elexandria yang terkena cipratan darah korban bom tahun baru

Sebagaimana diberitakan di HMINEWS (1/1/2010), para pejabat Mesir mengatakan 97 orang terluka dalam serangan tersebut. Tayangan televisi setempat menunjukkan demonstran Kristen di Alexandria marah dan melemparkan batu ke arah polisi dan menyalahkan mereka untuk keamanan longgar.

Di Kairo, aktivis Muslim dan penganut Kristen Koptik bersama-sama mengadakan protes untuk menunjukkan solidaritas.

Kristen Koptik Mesir – yang merupakan 10% dari 82 juta penduduk Mesir – adalah komunitas Kristen terbesar di dunia Arab, mereka sering mengeluhkan adanya diskriminasi. [] the mirror/lara