Sekretaris Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengklaim bahwa pihaknya tengah diserang balik oleh pihak-pihak yang zona nyamannya terganggu akibat sepak terjangnya.

Ketika tengah berbicara soal Satgas dalam Diskusi yang dilaksanakan oleh BEM PTIQ Jakarta bekerjasama dengan HMI MPO Cabang Jakarta Selatan di aula asrama Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran, Jakarta, Rabu (27/1/2011), sekelompok massa yang mengatasnamakan PMII Cabang DKI Jakarta mendatangi tempat tersebut dan berorasi. Dengan menggunakan pengeras suara yang cukup besar, massa lantang meneriakkan seruan agar Satgas mundur.

Awalnya, Denny tak menghiraukan. “Sudah, biarkan saja,” kata Denny kepada panitia acara. Tak digubris, massa tersebut semakin menjadi-jadi. Mereka berorasi di halaman asrama dengan suara yang lebih keras. “Satgas hanya bermain sinetron! Tolak Denny, bubarkan Satgas,” begitu teriak orator yang tak mau disebut namanya.

Denny pun akhirnya menghentikan paparannya, dan menghampiri kelompok massa tersebut. Dialog singkat pun terjadi. Orator menuding Satgas tak lagi efektif. Satgas memolitisasi kasus hukum Gayus HP Tambunan.

Atas hal ini, Denny mengatakan, Satgas tak hanya mengurusi kasus hukum Gayus. “Kami menangani kasus mafia hukum di Indramayu, di mana orang sekeluarga tidur di kandang kambing,” kata Denny.

Dikatakan pula, Satgas mengurusi kasus pemukul kentongan Vincent atas kasus Asian Agri, kasus Aan Susandi, kasus mafia tambang batubara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. “Demi Indonesia yang anti mafia hukum, saya tidak akan pernah menyerah,” pekik Denny dengan menggunakan pengeras suara.

Setelah itu, Denny kembali melanjutkan paparannya soal Satgas. Sementara itu, kelompok massa tersebut tetap bersikeras melakukan orasi.[Adi]