HMINEWS.COM

 Breaking News

Mantan Ketua PB HMI Ditangkap Bawa Buku SBY Antek Yahudi

January 20
22:00 2011

Jakarta, HMINEWS.COM – Mantan Ketua Umum PB HMI, Syahrul Efendi Dasopang harus berurusan dengan pihak Kepolisian Jakarta Pusat . Kejadian ini berlangsung pada Rabu, 12/01/2011) lalu di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa penangkapan ini terjadi karena Syarul secara kebetulan membawa buku SBY Antek Yahudi-AS? Suatu Kondisional Menuju Revolusi yang dicurigai oleh pihak kepolisian.

Sesuai penuturan Syahrul, penangkapan tersebut terjadi karena dia secara kebetulan membawa buku dengan judul “SBY Antek Yahudi-AS? Suatu Kondisional Menuju Revolusi karya DR. Eggi Sudjana, SH., M.Si, yang akan dijual pada salah satu agen di kawasan Senen Jakarta Pusat. “Sekitar pukul 15.00 WIB, dari Ciputat, saya naik sepeda motor menuju kawasan Senen dengan membawa 4 buah buku di dalam tas dengan maksud untuk memenuhi pesanan seorang pembeli yang menghubungi saya lewat telepon yang disepakati bertemu di sekitar Kwitang-Senen pada sekitar pukul 17.00 WIB,” cerita Syahrul

Satu jam sebelum waktu yang ditentukan, Syahrul sudah berada di Senen. Karena merasa masih ada waktu, Syahrul pun melanjutkan perjalanannya kekawasan Gunung Sahari. Disinilah penangkapan itu terjadi. “Kebetulan di Jalan menuju Gunung Sahari ada razia, dan saya pun belok ke kiri dengan maksud berhenti. Jarak saya dengan razia sekitar 50 meter, dan disitu ada beberapa polisi tanpa pakaian dinas. Mereka menyuruh saya berhenti, kemudian kunci motor saya dicabut dan diambil. Sembari menanyakan kartu identitas, mereka menggeledas tas saya. Ditemukan 4 buah buku dengan judul SBY Antek Yahudi-AS? Suatu Kondisional Menuju Revolusi karya Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si. Akhirnya perkara beralih kepada masalah buku yang saya bawa di dalam tas. Jujur saya tidak habis pikir mengapa buku sebagai buah pemikiran tersebut dipandang bermasalah oleh polisi tersebut. Saya pun kemudian dibawa ke markas Kepolisian Sektor Kemayoran untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.

Dihadapan penyidik kepolisian, Syahrul menjelaskan bahwa buku itu tidaklah istimewa. Buku itu mengulas tentang pasang-surut kepemimpinan politik di Indonesia, dimana dalam pasang-surut itu, bermain pengaruh asing, khususnya Amerika Serikat dan Yahudi. Dalam buku-buku lain pun, pembahasan semacam itu juga ada.

Setelah diperiksa selama hampir tiga jam, akhirnya Syahrul dibebaskan. Namun semua buku yang ada ditahan oleh pihak kepolisian. Menurut Penyidik Kepolisian, Ricky, buku tersebut ditahan guna penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan Syahrul diminta siap setiap saat jika dipanggil oleh pihak kepolisian.

Syahrul berharap, kejadian seperti ini tidak menimpa orang lain. “saya masih percaya, membawa buku dengan judul SBY Antek Yahudi-AS? yang masih dengan tanda tanya itu, tidak perlu seharusnya berurusan dengan kepolisian. Apalagi di zaman demokrasi sekarang ini dimana kebebasan mengungkapkan pikiran dilindungi dan dihargai,” ujarnya. [Adi]

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Hendrik
    Hendrik April 07, 18:13

    sabar ki’ kanda.

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.