HMINEWS.COM

 Breaking News

Orangnya Nurdin Gebukin Supporter Timnas

December 30
06:56 2010

HMINEWS.COM, Jakarta – Usaha fans untuk mengusik Nurdin Halid kembali mendapatkan perlawanan. Kalau dulu hanya sekadar pencopotan spanduk, kini yang justru terjadi adalah kena bogem mentah.

Bahwa Piala AFF secara luar biasa telah menyatukan suporter Indonesia, itu bukan rahasia lagi. Bahwa usikan untuk sang ketua umum PSSI sejak beberapa pertandingan pun juga bukan rahasia. Sudah banyak spanduk-spanduk seperti itu terbentang di Stadion Gelora Bung Karno sejak fase grup.

Gambar sebuah spanduk bertuliskan “Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk” di salah satu sisi stadion. Itu hanyalah satu contoh dari “usikan” suporter untuk Nurdin. Dalam laga final II kedua melawan Malaysia, spanduk yang muncul malah lebih dari satu.

Ada kata-kata seperti “Love Timnas, Hate Nurdin” dan “Ganyang Nurdin” di antara spanduk-spanduk lain yang memberikan dukungan untuk para pemain atau timnas. Ini adalah salah satu bentuk protes para suporter. Protes yang bisa jadi hanya “secuil”, jika mengingat ribuan orang lainnya di jejaring sosial Twitter berseru menggunakan hashtag #NurdinTurun.

Tapi, spanduk-spanduk perlawanan itu juga mendapatkan perlawanan: mereka diturunkan dengan paksa. Bahkan dalam laga terakhir, seorang pemasang spanduk protes “Ganyang Nurdin” mendapatkan beberapa pukulan oleh sekelompok orang tak dikenal.

“Jadi, ya spanduk itu sebenarnya sektor selatan cukup lama. Spanduk kemudian kita copot ketika tim Malaysia mendapatkan pengalungan medali. Kita keluar. Turun. Di dekat pintu keluar-masuk bus tim (Pintu Merah GBK, red), di situ juga ada teman-teman yang membentangkan spanduk anti-nurdin. Ada spanduk saya juga. Setelah 15 menit akhirnya sudah dan spanuk sudah digulung dan udah disampirkan di pundak kayak sajadah,” papar Zen, seorang suporter pemilik spanduk itu.

“Tapi kemudian ada poster-poster yang disorot oleh kamera televisi lagi. Saya naik ke atas lagi. Berdua dengan kawan, namanya Islah. Persis di atas pintu merah, kita bentangkan sekitar 20 menit. Sambil mimpin orasi dari atas tapi tak terdengar.”

“Sekitar 15-20 menit ada lima orang datang. Bubarin orang-orang yang ada di situ. Spanduk dicopot dan saya kena pukul di situ. Itu bahaya, karena saya ada di sudut dan kalau jatuh, tingginya (tribun) kan 7-10 meter. Saya mendapatkan dua pukulan di leher dan di bawah bibir.”

Ia kemudian berlari meninggalkan para pengeroyoknya itu dan akhirnya dipisahkan oleh para Polisi yang berada di tribun. Namun, ketika hendak meninggalkan tribun, ia kembali berhadapan dengan sekelompok orang lainnya.

“Ada sekitar lima orang ketika saya hendak turun, mereka mau naik ke atas. Saya dipepet lagi ke tembok. Ada yang mukul kepala–saya melindungi kepala saya. Ada polisi lagi, dan mereka pisahkan lagi.”

Zen mengaku tak tahu siapa orang-orang itu. Yang bisa diberitahukannya adalah orang-orang itu memakai baju biasa–layaknya suporter lainnya dan setelah merebut spanduk-spanduk tersebut mereka terlihat masuk ke dalam pintu di dekat Pintu Merah GBK.

“Mereka pakai baju-baju biasa. Setelah itu mereka masuk ke dalam pintu merah GBK,” sebutnya.[OMG]

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.