Tokoh Masyarakat dan Agama: SBY Pembohong !!!

HMINEWS- Selama ini rakyat terus dibohongi SBY. Kira-kira begitulah intisari dari diskusi Refleksi Bersama dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta, Rabu (8/12/2010).

Diskusi yang dihadiri para tokoh agama dan masyarakat itu menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas berbagai kasus korupsi yang marak dari pusat hingga daerah, mega-skandal BLBI, Century dan Krakatau Steel, kejahatan kerah putih dan pelanggaran HAM berat akibat dari dominasi pragmatisme pemerintahan SBY dan kekuatan uang dalam kehidupan bernegara.

Atas segala persoalan bangsa yang tengah dihadapi ini, para tokoh peserta diskusi bersepakat menyimpulkan bahwa rezim SBY dinilai gagal membasmi korupsi dan kemiskinan yang menjadi janjinya sejak kampanye. Ironisnya SBY malah terus melakukan kebohongan yang amat fatal.

Di antara kebohongan SBY itu adalah soal angka kemiskinan yang dikatakan semakin menurun setiap tahun. Padahal, parameter kemiskinan versi pemerintah dinilai tak layak dan jauh dari kenyataan yang sesungguhnya, yaitu orang dengan penghasilan sekitar Rp 211.000.

“Justru bohong jika kita tidak mengatakan bahwa pemerintah telah banyak berbohong,” kata Effendi Gazali, moderator dalam diskusi tersebut.

Pernyataan Effendi tersebut paling tidak menjadi intisari dari diskusi yang dihadiri para tokoh masyarakat dan pemuka agama, seperti Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarief, tokoh Nadhlatul Ulama Solahuddin Wahid, Ketua KWI M Situmorang, Romo Benny Susetyo, Ketua Persatuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Andreas Yewangu, Romo Benny, pegiat antikorupsi Teten Masduki, dan Ketua Institut Ecosoc Sri Palupi. Ada pula mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, ekonom senior Rizal Ramli, Moeslim Abdurrahman. pengacara senior Todung Mulya Lubis,  Bondan Gunawan, Franz Magnis Suseno, Djohan Efendi, Stefanus Gusma, Ton Abdillah Haz, Herdi Sahrasad, Ray Rangkuti dan lainnya.

Mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku pemimpin bangsa melakukan perubahan dan berhenti membohongi rakyat. Effendi mengatakan akan mengajukan sejumlah tuntutan kepada Presiden. “Itu segera kami rumuskan,” kata Effendi.

Tim perumus terdiri dari Sri Palupi, Teten, dan Romo Benny. Jika tak dipenuhi dan tak ada perubahan, mereka akan turun ke jalan pada Januari mendatang. Aksi turun ke jalan tersebut mereka namakan Gerakan Januari 2011.

Menurut Din Syamsudin, pemberantasan korupsi di Indonesia tak berjalan cepat. “Ini menuntut adanya big bang atau ledakan dashyat yang perlu dilakukan pemangku amanat tertinggi, yaitu Presiden. Tanpa big bang, efek getar dan efek jera di lingkungan aparat penegak hukum tak besar,” kata Din.

Jika pemerintah tak mampu melakukan gebrakan, maka tak ada jalan lain selain turunnya kelompok masyarakat madani ke jalan. “Kelompok civil society jika perlu harus melakukan big bang tersebut,” katanya.[]KCM/dni