Todung Mulya Lubis

HMINEWS- Todung Mulya Lubis pesimis korupsi bakal cepat diberantas saat ini. Dia menuding SBY tak mendukung pemberangusan korupsi. Kondisi saat ini sungguh cukup memprihatinkan dimana sikap SBY selalu mendua dalam hal pemberantasan korupis.

“Kita tengah dihadapkan pada satu perubahan yang sangat memprihatinkan dan serius dalam pemberantasan korupsi karena ada sikap yang mendua dalam komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi,” ujarnya di gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (8/12/2010).

Meski merasa puas dengan terpilihnya Busyro Muqoddas sebagai ketua KPK yang baru, namun Mulya Lubis merasa pemberantasan korupsi akan tetap berjalan di tempat karena tidak ada dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Busyro, kata Todung, adalah orang yang betul-betul dikenal bersih, rekam jejaknya bagus, dan komitmennya tinggi untuk memberantas korupsi. “Tapi kita tidak melihat Presiden memberikan dukungan yang cukup kuat dalam pemberantasan korupsi terutama dalam pemberantasan kasus mafia pajak, mafia hukum yang selama ini tidak diungkapkan dengan tuntas,” tegasnya.

“Saya kira walaupun Presiden tidak boleh mencampuri urusan proses yudisial di lembaga peradilan di lembaga penegakan hukum. Tapi harusnya Presiden memberikan komitmen dan dukungan yang sangat kuat untuk membongkar kasus mafia hukum dan mafia pajak,” tukasnya lagi.

Selain itu, sinyal yang diberikan Presiden, menurut Todung, tidak menunjukan dukungan yang kuat untuk pemberantasan korupsi. Dan hal itu akan menjadi sebuah ganjalan terhadap kinerja Busyro di KPK.

“Saya juga khawatir siapa pun yang ditempatkan di KPK atau di Kejaksaan Agung kalau pemerintah menunjukkan sikap yang mendua ini tidak akan membantu memperkuat pemberantasan korupsi,” tandasnya lagi.[]inil/dni