HMINEWS.COM

 Breaking News

Saat Tepat Bagi Orang Yahudi, Kristen dan Muslim untuk Kilas Balik Tahun 2010

December 21
09:14 2010

Saat Tepat Bagi Orang Yahudi, Kristen dan Muslim untuk Kilas Balik Tahun 2010

Oleh : Pangeran El-Hassan bin Talal

Amman – Saat Idul Adha, yang menandai masa akhir haji di Mekah; Hanukkah, ketika orang Yahudi memperingati pengabdian pada Kuil Suci di Yerusalem; dan Natal, ketika orang Kristen merayakan kelahiran Yesus, kita layak menoleh lagi ke belakang, meninjau perjalanan sebuah tahun yang “bisa saja lain jadinya”.

Orang Muslim, Yahudi dan Kristen diikat oleh warisan bersama keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Jatuhnya waktu hari raya keagamaan kita yang berdekatan mengingatkan kita bahwa kita mempunyai mekanisme pembaruan spiritual yang serupa. Ini juga mengingatkan kita betapa kita juga sama-sama bersalah karena telah menyimpang dari ajaran-ajaran pokok yang sebenarnya.

Ironisnya, dalam upaya memelihara tradisi dan adat peradaban kita bersama, banyak orang justru melupakan fondasi-fondasi dasar dari peradaban ini.

Bagi banyak orang di Timur Tengah, 2010 adalah tahun yang dengan awalan yang menjanjikan – bahkan penuh harapan. Implikasi dari pendekatan yang baru dari AS terhadap kawasan ini dan dunia Muslim, seperti dipaparkan oleh Presiden AS Barack Obama pada Juni 2009 di Kairo, adalah untuk memulai dengan sungguh-sungguh pada masa sekarang ini, upaya-upaya untuk menyembuhkan luka-luka lama dan merekatkan kembali hubungan yang retak. Perubahan dalam nada dan sikap menandakan sesuatu yang lebih dalam: bahwa setelah satu dasawarsa yang penuh peperangan, perelisihan dan penderitaan di Timur Tengah, komunitas internasional akhirnya setuju untuk menyatakan “cukup sudah!”.

Isu Israel-Palestina adalah batu ujian besar bagi penekanan baru ini, khususnya bagi mereka di Timur Tengah. Tapi ada pula indikator perubahan yang lain. Pasukan AS mulai menarik diri dari Irak dan pemerintahan baru Irak sudah terbentuk.

Tahun 2010 seharusnya menjadi tahun di mana upaya-upaya tak kenal lelah berhasil membuat Al-Qaeda di Irak tak berkutik, dan ekonomi global yang mulai pulih pasca mengalami gelombang keruntuhan ekonomi yang terbesar dalam hampir seabad teakhir.

Namun, cerita yang justru berkembang adalah yang dipengaruhi oleh logika kegagalan yang aneh. Sebagian besar pasukan AS kini telah meninggalkan Irak, tapi pemerintahan koalisi perlu berbulan-bulan untuk bisa terbentuk seusai pemilu yang tak meyakinkan pada bulan Maret. Bahkan sebelum pembunuhan yang menyakitkan hati atas orang-orang Kristen Irak dalam sebuah kebaktian gereja di Baghdad pada 31 Oktober lalu, puluhan orang kehilangan nyawa di Irak setiap harinya. Salah satu kaum minoritas agama tertua di kawasan ini pun kini terpaksa hijrah dari Irak secara besar-besaran.

Al-Qaeda tetap bercokol di Afghanistan dan beberapa daerah Pakistan, sementara Yaman menjadi ‘taman bermain’ terorisme yang baru. Dubai runtuh oleh petaka finansial, sementara diplomasi terselubung Iran menyangkut intensi nuklirnya terus berlanjut – dan ketidaksabaran Israel pun mulai mendekati batas.

Berkenaan dengan proses perdamaian Timur Tengah, hampir semua upaya sudah dicoba. Banyak orang beranggapan bahwa tidak akan ada solusi dua-negara jika pembangunan permukiman dilanjutkan.

Sepuluh tahun memasuki milenium baru, kita menikmati manfaat dari teknologi yang kian canggih. Kini kita bisa berkomunikasi melintasi ruang dan waktu dengan mudah. Kita telah sampai ke bulan, menjelajahi yang paling dalam, dan menjadikan bumi hanya seperti sebuah kampung. Namun, kita seperti kurang mampu membentuk dunia yang ideal, sebagaimana generasi pasca Perang Dunia II pernah coba dengan membentuk institusi-institusi internasional baru dan harapan baru. Seperti halnya mereka, kita harus sekali lagi mengubah pikiran dan keyakinan menjadi tindakan.

Menengok lagi tahun 2010, Timur Tengah tampak menjadi tempat tumbuhnya ekstremisme. Ini tentu saja tidak bisa dibenarkan. Namun demikian, Timur Tengah benar-benar menghadapi tantangan-tantangan ekstrem. Bangsa-bangsa Arab terus saja memperjuangkan kepentingan mereka sendiri, meski sudah ada pelajaran yang bisa dipetik dari warisan sejarah kita. Lima puluh lima juta anak muda menganggur di Timur Tengah dan, sejak 1990, perang telah menciptakan lebih banyak pengungsi daripada masa-masa sebelumnya.

Idul Adha, Natal dan Hanukkah adalah saat untuk bersyukur, kesempatan yang memberi peluang untuk menengok ke belakang. Tahun 2010 sepertinya memang tidak membawa perubahan signifikan ataupun perdamaian. Namun, kita tetap bersyukur bahwa 2010 tidak membawa lebih banyak perang lagi.

Yang dihadirkan oleh tahun 2010 mungkin adalah pemahaman yang lebih tajam tentang beratnya masalah-masalah kita, harga yang harus dibayar untuk mengatasinya, dan pemahaman yang lebih baik tentang dampak yang akan terjadi bila kita gagal. Pada 2010, kita, komunitas internasional, dengan kerendahan hati, dan kesadaran yang berlebih, menghadapi tantangan yang nyaris mustahil untuk dihadapi.

Untuk keluar dari kebuntuan ini, kita harus merujuk pada etika dan nilai kita bersama – pada kemanusiaan kita bersama. Nilai-nilai ini terletak pada inti agama kita masing-masing dan memberi kita pedoman untuk mewujudkan “antropolitik” menjadi tindakan. Mengakui kesamaan-kesamaan ini bisa menginspirasi orang-orang dari agama yang berbeda untuk bersama-sama memajukan kesejahteraan manusia.

Yang paling penting, kita membutuhkan harapan. Yang hanya bisa dihadirkan oleh negarawan yang punya visi tentang masa depan yang lebih baik dan manusiawi, dan bukan oleh para politisi yang cuma peduli dengan popularitas dan eksistensi politiknya. Akhirnya, kita perlu mendekatkan kesenjangan yang muncul antara teknologi yang berkembang pesat dan nilai-nilai tradisional dan moral kita.

###

* Yang Mulia Pangeran El Hassan bin Talal dari Yordania adalah Presiden Emeritus World Conference of Religions for Peace dan Presiden West-Asia North Africa Forum. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.