Brigade Hizbullah: Mulut Ruhut Harus “Dilakban”

HMINEWS- Menanggapi pernyataan juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang menyatakan bahwa tersangka kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum), Yusril Ihza Mahendra sebagai actor intelektual dibalik kasus Sisminbakum. Bahkan Ruhut  mendesak Kejagung agar segera menahan Yusril. Komandan Brigade Hizbullah Afriansyah Noor mengatakan bahwa omongan Ruhut hanyalah asbun alias asal bunyi.

Menurut Afri, pengetahuan Ruhut tentang Sisminbakum ini didapatnya dari ngelamun, bukan fakta yang sesungguhnya terjadi. “Romli dan beberapa orang serta Yusril itu didakwa bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi oleh Kejagung. Mereka bukan didakwa sendiri-sendiri, walau penuntutannya dilakukan terpisah. Kalau Ruhut ngerti hokum seharusnya dia bicara fakta hokum, bukan asbun,” terang Afri dalam rilisnya kepada Rimanews.com, Kamis, (23/12/2010).

Padahal, lanjut Afri, kini Romli dilepaskan dari segala tuntutan hukum alias ontslaag van allei rechtsbevolging.  Dengan begitu semua nama yang didakwa bersama-sama harus dibebaskan, apapun peran orang itu dalam mewujudkan suatu tindak pidana.

“Masak Ruhut bilang Yusril aktor intelektual Sisminbakum dan Romli cuma pelaksana,  dan yang harus dihukum Yusril. Memangnya Romly dibebaskan karena dianggap melakukan perintah jabatan. Nggak ada sama sekali cerita seperti itu dalam dakwaan maupun putusan pengadilan. Ruhut cuma ngelamun dan barangkali dapat informasi dari alam gaib,” tandas Afriansyah sambil terkekeh.

Afri heran dengan sikap Ruhut yang asbun, padahal sebagai orang yang berlatar hokum semestinya ia membaca dan menganalisa hasil dakwaan dan keputusan vonis lepas Romli, tidak bicara yang justru jauh dari apa yang menjadi keputusan hukum.

Afri menambahkan, kalau Ruhut beralasan Yusril harus dihukum karena menunjuk PT SRD dan Koperasi sebagai pengelola Sisminbakum. Seharusnya ia baca putusan pengadilan, tidak asal jeplak saja. “Sudah jelas putusan pengadilan menyatakan bahwa perjanjian antara PT SRD dan Koperasi adalah sah. Tidak ada korupsi di sana.Omongan Ruhut cuma mimpi di siang bolong,” imbuhnya.

Kalau Ruhut masih bicara soal kerugian negara 420 milyar. Menurut Afri, itupun bertentangan dengan putusan MA, yang jelas-jelas menyatakan bahwa tidak terdapat kerugian negara. Sisminbakum jelas bukan korupsi dalam putusan tersebut.

“Orang awam saja mengerti isi putusan MA itu. Kalau Ruhut tak mengerti, itu artinya dia anggota DPR yang lemot berpikir,” ledek Afri.

Afri menilai, pernyataan Ruhut selama ini hanya bikin malu Partai Demokrat. “Mestinya sudah lama manusia kayak Ruhut ini ditendang dari partai SBY. Orang kayak Ruhut ini harusnya mulutnya dilakban  biar gak kebanyakan ngoceh,” canda Afriansyah mengakhiri pernyataannya.

Sebelumnya, juru bicara DPP Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR RI Ruhut Sitompul berpendapat, Mantan Dirjen Administrasi Hukum Romly Atmasasmita dikorbankan dalam kasus Sisminbakum.

Sesuai fakta dan bukti-bukti secara hukum, kata Ruhut, kemungkinan hakim kasasi melihat kenapa justru Romly yang dipenjara dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 420 miliar itu.

“Saya rasa hakim di MA sudah sangat objektif dan adil dalam memutus kasus ini. Seharusnya yang diadili dan bersalah bukan Romly, karena sebagai Dirjen dia kan hanya menjalankan kebijakan yang diatasnya yakni Yusril (mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra,red),” kata Ruhut kepada para wartawan, Kamis (23/12).(MM)