HMINEWS.COM

 Breaking News

Natal, Berdamai dengan Kedamaian, Menolak Kekerasan. Selamat Natal!

December 24
09:00 2010

Natal, Merawat Perbedaan dan Menjaga Perdamaian. Selamat Natal!

HMINEWS- Kedamaian terasa mewah untuk dirasakan di sepanjang tahun 2010  ini. Perbedaan yang sebenarnya melatar belakangi berdirinya bangsa ini, justru menjadi nestapa. Setelah 65 tahun kita merdeka, masih banyak warga negara yang kehilangan rasa aman dan diburu ketakutan ketika menunaikan hak-hak konstitusinya. Hal tersebut adalah ironi yang masih terus kita alami.

Demikianlah Pesan Damai Natal 2010 yang disampaikan gabungan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan serta aktivis lintas agama dalam jumpa pers “Pernyataan Bersama Pesan Damai Natal 2010 dan Tahun Baru 2011” di kantor Maarif Institute, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (23/12/2010).

Sebagai bagian dari anak bangsa yang meyakini bahwa Indonesia adalah rumah kita bersama, kami menghimbau agar kita– semua elemen bangsa – merawat perbedaan, menjaga kedamaian, menolak segala bentuk tindakan intoleransi, dan menghormati hak-hak setiap warga negara untuk beribadah serta merayakan hari besar keagamaannya tanpa rasa takut.

Keragaman yang menjadi keniscayaan ontologis bangsa ini masih juga belum bisa dipahami secara utuh, baik oleh para pemangku pemerintahan maupun kalangan sebagian masyarakat. Realitas kekerasan berlatar belakang agama yang terjadi menjadi cermin ketidaksanggupan negara dalam mengelola kemajemukan yang terhampar, serta ketidaksiapan masyarakat dalam menerima perbedaan.

Karena berbeda, rasa keamanan itu terenggut, ketakutan itu menghantui sebagian masyarakat.  Ada banyak bentuk sikap intoleransi dan tindak kekerasan berlatar belakang agama yang sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat pada 2010 ini.

Tidak kurang dari 120 kasus kekerasan berlatar belakang agama yang terjadi di Jawa Barat. Kasus kekerasan terakhir yang mencuat di beberapa media saat ini adalah penutupan terhadap panti asuhan milik Jamaah Ahmadiyah di Kampung Cicariang, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya.

Selain itu, di Kabupaten Bandung, tepatnya di Perumahan Bumi Rancaekek Kencana terjadi penyegelan tempat ibadah HKBP yang tak kunjung mendapatkan izin baik dari masyarakat maupun dari pemerintah setempat. Sedang di Sukabumi, sebuah masjid Ahmadiyah yang bersengketa dirusak dan dihancurkan oleh massa yang tergabung dalam kelompok Islam intoleran.

Semua bentuk tindak intoleransi dan kekerasan semacam itu kerap terjadi dan menodai harmoni kehidupan kebangsaan Indonesia saat ini. Oleh karena itu dalam situasi kebangsaan yang sedang tercederai ini, kami mendesak kepada pemerintah untuk bersikap adil di atas semua golongan dan agama; mendesak aparat penegak hukum untuk tidak lagi lalai apalagi membiarkan aksi-aksi intoleran yang dilakukan kelompok agama apapun; serta mendesak organisasi sosial-kemasyarakatan keagamaan untuk proaktif menjaga dan melindungi kebebasan beragama bagi siapa pun yang hidup di negeri ini.

Dengan berbuat bersama untuk Indonesia yang majemuk, kami percaya, tahun 2011 bisa memberikan jaminan keamanan dan kedamaian lebih baik dari pada tahun 2010.

Karena kemerdekaan yang sejati adalah merdeka dari rasa takut dan aman dari ancaman dan intimidasi.  Ini tidak lepas dari semangat pesan natal tahun 2010 ini, yang secara resmi disampaikan oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bahwa Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia (bdk.Yoh.1:9).

Pesan Damai Natal tersebut dinyatakan bersama oleh Pendeta Gomar Gultom dari Persatuan Gereja Indonesia, Romo Benny Susetyo, Fajar Riza Ul Haq dari Maarif Institute, Adi Massardi (Komite Indonesia Bangkit), Jeirry Sumampow (PGI), Ton Abdillah (Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah), Muhammad Chozin (Ketua Umum PB HMI MPO), Stefanus Gusma (Ketua Presidium PP PMKRI), Sukman (Ketua Umum Hikmahbudhi), Doddy Nugroho (Ketua PB PMII), Slamet Nur Ahmad Effendi (Ketua Umum PP IPM), Noer Fajriensyah (Ketua Umum PB HMI), Jhon Rahmat (Ketua PP GMKI), dan Cokro Wibowo Sumarsono (Sekjen Presidium GMNI).(ian)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.