HMINEWS.COM

 Breaking News

Mau Maju? Tinggalkan Neoliberalisme!

December 16
22:50 2010

Rizal Ramli: Jika Tinggalkan Neoliberalisme, Indonesia Punya Masa Depan

HMINEWS- Indonesia tetap punya harapan di masa depan, meski kini keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat diabaikan pemerintahan SBY-Boed. ” Di masa mendatang, Indonesia masih memiliki asa, harapan,”  kata mantan menko perekonomian Dr Rizal Ramli.

Pada acara Wisuda dan Dies Natalis Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Poltek di Cirebon, yang dihadari 1200  wisudawan, keluarga dan Mahasiswa, tokoh Nasional Dr. Rizal Ramli menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki harapan dan potensi besar untuk menjadi negara makmur and kuat di Asia dalam waktu 15 tahun.

Menurut Mantan Menko Perekonomian itu, “Jika Indonesia mau meninggalkan pendekatan neoliberalisme yang selama ini dianut oleh Pemerintah SBY-Boed, Indonesia masih memiliki harapan dan potensi untuk jadi negara kuat dan besar di Asia.” Ketua Kurator Universitas Bung Karno tersebut juga menambahkan bahwa, “hanya negara-negara yang berani membebaskan diri dari neoliberalisme ala Konsensus (Jerat) Washington yang berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, mengejar ketinggalan dari negara-negara Barat, dan bahkan berhasil menjadi pesaing baru negara-negara Barat.” Jebakan neoliberalisme itu hanya bisa dilawan dengan nasionalisme yang kuat, bukan sekedar nasionalisme romantis dan historis, nasionalisme baru yang jadi dasar kekuatan kebangkitan ekonomi Jepang, Korea, Malaysia dan China.

Minggu yll, Rachmawati Soekarnoputri menangis, saking terharunya, ketika menitipkan ajaran Bung Karno dan Universitas Bung Karno kepada  Rizal Ramli, Menko Perekonomian kesayangan Gus Dur tersebut.

“Gus Romli”, panggilan akrab Dr. Rizal Ramli dikalangan NU,  juga menambahkan bahwa,” benang merah nasionalisme yg bergelora hebat pada saat kemerdekaan, redup selama dekade terakhir, harus kembali dihidupkan dan diperbaharui.

Pejuang demokrasi yang pernah ditahan regim Otoriter Orba di penjara Sukamiskin itu, tempat Bung Karno dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda, lebih lanjut mengatakan bahwa,” Kebijakan neoliberalisme  adalah pintu masuk untuk neokolonialisme, jalan yang hanya memuluskan penjajahan baru dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan politik.”

Setelah Indonesia merdeka, Bung Karno sendiri sudah  mengingatkan bahaya kembalinya neokolonialisme ke negera-negara berkembang melalui penjajahan ekonomi dan budaya. Kini di era SBY-Boed, neoliberalisme merajalela dan rakyat menjadi korban kapitalisme-neokolonialisme ganas tersebut.[]rima

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.