Mantan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki

HMINEWS- Mantan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengecam pemecatannya pada pekan ini oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad sebagai tindakan yang tidak Islami dan menyakitkan.

“Mencopot seorang menteri saat masih melakukan misi negara sangat tidak Islami, tidak diplomatis, menyakitkan dan di luar praktik politik normal,” kata Mottaki yang dikutip oleh kantor berita Mehr pada Minggu (19/12/2010).

Ahmadinejad mengumumkan keputusannya untuk memecat Mottaki pada Senin saat diplomat karir berusia 57 tahun itu melakukan kunjungan kenegaraan ke Senegal.

“Saya tidak pernah diberitahukan mengenai penunjukkan orang baru dalam 24 jam setelah saya berangkat untuk misi tersebut,” kata Mottaki merujuk pada pertemuan Ahmadinejad pada malam keberangkatannya, tulis Mehr.

Ketua Badan Atom Iran Ali Akbar Salehi secara resmi ditunjuk sebagai pejabat menteri luar negeri republik Islam tersebut.

“Hal yang lebih konyol adalah (saya tidak diberitahu) mengenai tanggal upacara perpisahan dan penunjukkan Salehi,” kata Mottaki.

Pemecatan Mottaki terjadi setelah ia disebut melakukan langkah mundur dalam pidato Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang menyebut Teheran berhak memiliki program nuklir untuk tujuan damai.

Clinton mengatakan kepada BBC, Iran dapat melakukan pengayaan uranium untuk tujuan sipil di masa depan.

Namun, hal itu hanya bisa terjadi bila dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab dan diselaraskan dengan kewajiban internasional.

Mottaki tampak mengabaikan posisi resmi Iran dengan berulang kali mengatakan, program pengayaan uranium negara tersebut tidak dapat dinegosiasikan.

Pencopotannya juga terjadi hanya beberapa hari setelah Iran melangsungkan pembicaraan penting di Geneva pada 6-7 Desember dengan negara-negara besar mengenai program nuklirnya yang kontroversial.[]ant/dni