Anas Siap Mundur Jika Terbukti Bagi-Bagi Saham IPO Krakatau Steel

HMINEWS- Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum membenarkan kabar mengenai pertemuannya dengan Menteri BUMN Mustafa Abubakar sekitar akhir Oktober di Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, Jakarta. Namun, Anas membantah kalau dalam pertemuan itu membahas penjualan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS).

Bahkan, ia mengaku siap mundur kalau tudingan yang mengatakan pertemuan itu membahas bagi-bagi saham perdana IPO PT Krakatau Steel. Ia juga meminta pihak-pihak yang sudah berspekulasi untuk membuktikan kebenarannya. “Kalau memang terbukti, saya siap mundur dari Partai Demokrat,” kata Anas kepada wartawan Jawa Pos yang mewawancarainya. Berikut petikan wawancara lengkapnya.

Anda dikabarkan menggelar pertemuan dengan Menteri BUMN?

Memang benar. Tapi, itu hanya silaturahmi sambil makan malam. Saya memperkenalkan Ketua FPD (Fraksi Partai Demokrat) yang baru, yaitu Jafar Hafsah, kepada Menteri BUMN. Pak Jafar mengajak beberapa pengurus FPD. Itu tugas saya sebagai Ketua Umum. Saya memulai dari Wapres dan dilanjutkan kepada para menteri. Tujuannya agar komunikasi FPD dengan jajaran pemerintahan bisa berjalan baik ke depan.

Informasinya pertemuan itu berlangsung sampai dua jam, mengapa begitu lama?

Saya sendiri tidak lama. Hanya sekitar 30 menit, karena ada acara di tempat yang lain. Mereka yang lanjut.

Sejumlah kalangan menilai pertemuan elit partai dengan menteri seperti itu tidak lazim?

Menteri BUMN juga biasa ketemu dengan ketua umum partai yang lain. Bagi kami, pertemuan semacam itu tidak perlu dicurigai. Apalagi, dikembangkan menjadi fitnah. Politik sebaiknya dijauhkan dari fitnah.

Apa sempat dibahas dalam pertemuan itu mengenai IPO KS?

Satu kata pun tidak ada yang menyangkut IPO KS. Kalau ada yang mengkaitkannya dengan IPO KS apalagi menuduh membicarakan IPO KS, itu kesimpulan yang imajiner dan fitnah yang keji. Silaturahmi baik –baik kok dinilai sebagai skandal. Itu hanya pikiran orang yang ngeres saja. Itu kan jelas –jelas makan malam di tempat terbuka.

Tapi, pertemuan itu terlanjur memancing banyak spekulasi?

Kalau ada yang curiga, silahkan selidiki saja. Kalau benar tuduhan itu, saya akan langsung mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat dan berhenti dari seluruh kegiatan politik. Tetapi kalau tidak benar, yang menuduh cukup meminta maaf kepada masyarakat yang sempat membaca dan terpengaruh oleh tuduhan itu. Tidak perlu minta maaf kepada saya. Enteng kan, beban yang menuduh?

Tampaknya anda kesal sekali?

Saya hanya mau menyarakan dua hal. Pertama, kalau mau bicara mbok ya dipikir dulu dan diverifikasi dulu kebenarannya. Ada nasihat dari orang tua saya dulu, daripada bicara yang tidak bermanfaat, lebih baik diam. Kedua, sebaiknya politisi tidak perlu mengubah menu makannya. Yang namanya soto, pecel dan rawon itu masih enak. Tidak perlu diganti dengan menu ’’makan bangkai saudaranya’’. Masak kolu (tega, Red) makan bangkai. Apalagi, rujak cingur masih enak. (lantas tertawa).[]Jpnn/dni