presiden Susilo Bambang Yudhoyono

HMINEWS- Masyarakat Yogyakarta sepertinya sudah tidaka percaya lagi dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Pasalnya SBY dianggapa telah melukai hati dan perasaan terkait dengan  membenturkan  wacana  monarki  dan demokrasi. Bahkan masyarakat berani secara terang-terangan mengatakan kalau SBY adalah sumber bencana. Hal ini terlihat di  alun-alun Yogyakarta, terbentang spanduk GERAM yang panjang berukuran sekitar lima meter warna putih. Tulisannya,” SBY= Sumber Bencana Yogyakarta”. Huruf ‘SBY’ yang ada di spanduk tersebut berwarna merah.

Spanduk dari Gerakan Rakyat Mataram (GERAM) dibawa tiga orang berpakaian adat Jawa. Mereka menuntut Keistimewaan Yogyakarta tidak diutik-utik karena sudah harga mati.

Lima orang berpakaian adat Jawa berjalan di sekitar alun-alun Yogyakarta. Satu orang dari tiga orang yang berjalan di depan membawa bakaran kemeyan yang dibawa dengan nampan atau dupa yang diselimuti daun pisang.

Dua orang yang berada di samping kanan-kiri pembawa dupa menaburi kemeyen. Dua orang di belakangnya membawa sesajen yang ditaruh di atas nampan yang juga diselimuti daun pisang

Ribuan masyarakat Yogyakarta diperkirakan turun ke jalan untuk menyaksikan sidang paripuran DPRD Yogyakarta yang akan digelar pukul 13.00 WIB, Senin (13/12/2010). Mereka berkumpul di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Yogyakarta yang agenda sidangnya akan menetapkan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Pakualam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Masyakarat Yogya ingin mengikuti sidang paripurna DPRD Yogyakarta. Mereka dengan tegas menolak pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung.

Bendera setengah tiang dan janur kuning dipasang di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tujuannya sebagai tanda penolakan rancangan Undang-undang tentang Keistimewaan Yogyakarta , yang menyebutkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung.

Para pedagang kaki lima dan beberapa toko di Jalan Malioboro tutup. Bahkan ada diantara mereka yang ikut demo.[]dni/rima